Beranda Opini Puasa di Tengah Pusaran Wabah Corona

Puasa di Tengah Pusaran Wabah Corona

139
0

Oleh: Muhammad Syafitra. Guru PKn di SMA Islam Athirah Bukit Baruga

OPINI, wartapriangan.com – Suasana ibadah puasa di bulan Ramdhan tahun ini terasa sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, buat umat muslim di seluruh dunia termasuk masyarkat Indonesia. Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramdhan bukan hanya sebuah ritual keagamaan saja, tetapi di dalamnya juga mengandung kultur masyarakat yang tertanam kuat misalnya, buka puasa bersama, sahur bersama dan mudik.

Kebiasaan tersebut tak bisa dilakukan oleh masyrakat Indonesia disebabkan karana menyebarnya Coronavirus disease (Covid-19) di Indonesia. Pada awalnya penyakit tersebut terdeteksi di Kota Wuhan China. Penyebarannya yang sangat cepat dari manusia ke manusia membuat sejumlah Negara menerapkan kebijakan pengucian atau lockdown. Indonesia sendiri menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai strategi cegah tangkal penuluran Covid-19.

Keputusan pemerintah itu membuat suasana puasa di bulan Ramdhan menjadi berbeda. Lihat saja penetapan awal puasa yang harus dilakukan secara online, sholat tarwih di masjid dipindahkan di rumah dan amalan lainnya pun harus dipindahkan di rumah. Tentu tak pernah terbayangkan dalam hidup kita akan mengalami fase puasa seperti sekarang.

Puasa di tengah pusaran wabah corona memberikan suasana yang hening tidak ada lagi terlihat pemandangan seperti biasanya. Jika, biasanya makanan untuk berbuka disedikan di masjid masjid dan tenda tenda dipinggir jalanan, maka sekarang dapat disalurkan langsung dengcan cara diantarkan kepada mereka yang membutuhkan.

Walaupun demekian situasi yang berubah akibat pandemi Covid-19 ini kita tetap menyambut dengan gembira dan bersyukur dengan datangnya bulan suci ramdhan meskipun sekarang kita sedang diuji dengan wabah penyakit, tetap kita menyambut dengan ungkapan, Maharban Ya Ramdhan.

Situasi saat sekarang ini diharapkan dapat menjadi ajang pembuktian bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki rasa persaudaran yang kuat dengan semangat persatuan di saat ibadah puasa tersebut diharapkan bangsa Indonesia mampu melewati ujian berat ini.

Sungguh ironis jika ada yang masih ingin mengambil keuntungan di tengah pusaran wabah corona dengan tidak taat pada himbauan pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas berkumpul melaksanakan sholat berjamah di masjid dan tidak melakukan mudik pada bulan Ramdhan. Sebab faktanya, Covid-19 ini  telah menjadi pandemi global yang telah menyebar di sejumlah Negara, menembus batas benua.

Momen bulan Ramdhan di tengah pandemi ini adalah waktu yang tepat membuktikan kekompakan umat muslim di Indonesia untuk taat pada himbauan pemerintah untuk tetap di rumah. Bukan dengan membuat perdebatan, saling menyalahkan antarpihatk, membuat ujaran kebencian, hingga hoaks yang membuat masyarakat resah dan panik.

Seperti misalnya di media sosial beredar masih ada saja sekolompok masyarakat membantah himbauan pemerintah tanpa dasar pengetahuan yang kuat namun hanya didasari sifat egois dengan tetap melaksanakan sholat tarwih di masjid di bulan Ramdhan. Belum lagi yang mudik tetap melaukan perjalanan pulang kampung padahal hal itu semua rentang menyebarkan virus dari wuhan tersebut.

Bila di masa pandemi ini kita masih berkeinginan jamaah tarwih di masjid, berbuka bersama, sahur On The Road, Mudik dengan alasan apapun itu artinya akan membuat waktu pandemi di Indonesia akan berlangsung lama. Tentu hal itu kita tidak harapkan terjadi.

Oleh karena itu, kita harus bersatu melawan Covid-19 agar puasa di masa akan datang kembali normal seperti tahun tahun sebelumnya. Kita harus punya rasa kepekaan bahwa penderitaanmu berarti deritaku pula. Oleh sebab itu, kepatuhan dan kedisiplinan terhadap anjuran pemerintah sangatlah penting untuk mengakhiri situasi ini. Inilah momentumnya di bulan Ramdhan dengan berpuasa kita diajarkan menyatukan hati bersama guna saling menguatkan di tengah ujian wabah ini. Tak hanya cukup sekedar perkataan namun, tindakan yang nyata untuk membantu Negara kita bebas dari wabah covid-19.

Tirulah jihad para tenaga kesehatan yang tak kenal lelah menolong para penderita covid-19. Jihad tersebut kita bisa lakukan bersama sama dengan tidak melakukan hal hal yang dilarang oleh pemerintah. Mari saling bahu membahu agar situasi kembali normal dan semoga puasa Ramdhan tahun ini menjadi perantara terkabulnya doa agar cepat terangkatnya wabah virus corona dari kehidupan kita.

“Disclaimer: Opini adalah kiriman dari penulis. Isi opini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi wartapriangan.com

Editor: Rizwan Fauzi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here