Home Priangan Pertahankan Nilai-Nilai Kebudayaan Kota Banjar

Pertahankan Nilai-Nilai Kebudayaan Kota Banjar

360
0
Foto: Mahasiswa (HMP-IP) STISIP Bina Putera Kota Banjar saat dialog interaktif

BANJARWartapriangan.com–Pertahankan Nilai-Nilai Kebudayaan Kota Banjar, Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan (HMP-IP) STISIP Bina Putera Kota Banjar gelar dialog interaktif, Taman PUSDAI Kota Banjar, Rabu(26/02/2020)

Peran mahasiswa dalam pelestarian nilai-nilai budaya sangatlah penting agar kebudayaan bangsa tidak pudar karena adanya pengaruh dari budaya budaya Asing.

Mahasiswa merupakan anak bangsa yang menjadi penerus  kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.

Pembentukan kesadaran cultural mahasiswa dapat dilakukan dengan pengoptimalan peran mahasiswa dalam pelestarian nilai-nilai budaya.

Dalam dialog interaktif bersama mahasiswa Syarif Hidayat Pegiat Budaya Kota Banjar yang hadir sebagai narasumber menyampaikan, bahwa optimalisasi peran mahasiswa dalam pelestarian nilai-nilai budaya harus masif dilakukan untuk menjawab tantangan zaman.

“Saya menyampaikan dan mengupas menurut sudut pandang mereka (generasi muda/Millenial), bukan sudut pandang saya. Mengenai pelestarian budaya, generasi muda bukan hanya melestarikan. Ada 5 tanggung jawab generasi muda yaitu, melestarikan, mewariskan, memanfaatkan, memajukan, mengembangkan kebudayaan,” paparnya

Dirinya menjabarkan bahwa ada ajaran leluhur yang merupakan kearifan lokal masyarakat yang mempunyai nilai-nilai kekuatan kebudayaan itu sendiri.

“Kalau nilai-nilai kebudayaan ini dikembangkan maka hal ini akan menjadi destinasi, menjadi value, menjadi peluang, menjadi ajaran dan sekaligus menjawab tentang kebutuhan ekonomi masyarakat,” tandasnya

Sementara itu dalam acara kajian rutin yang bertemakan Strategi Kaum Millenial Dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Budaya Kota Banjar, Iin Inayah Ketua HMP-IP STISIP Bina Putera Kota Banjar saat berdiskusi dengan awak media menyampaikan bahwa nilai-nilai budaya merupakan nilai-nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan , simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akanterjadi atau sedang terjadi.

“Penyelenggaraan kajian ini sebagai upaya kami sebagai mahasiswa dalam menumbuh kembangkan nilai-nilai budaya bagi generasi millenial khususnya mahasiswa dalam melestarikan dan mempertahankan budaya sebagai ciri khas Kota Banjar,” Ucapnya

Dalam pelaksanaan kajian ini juga sebagai langkah menjawab tantangan bagi generasi muda dimasa mendatang dalam melestarikan nilai-nilai budaya yang semakin tergerus dengan perkembang jaman.

Foto peserta usai kegiatan diskusi

Disoal perkembangan budaya di era sekarang Inayah sapaan akrab mahasiswi Prodi Ilmu Pemerintahan STISIP Bina Putra Kota Banjar ini memandang bahwa budaya juga dipengaruhi oleh perkembangan Iptek.

“Adanya media-media di era sekarang yang sangat membantu dalam penetrasi budaya. Sangat berbeda dengan era dahulu yang terkendala dengan sarana informasi dan komunikasi baik untuk dunia luar maupun lokal. Oleh karena itu pengembangan budaya harus diperkuat dari tiga sisi yaitu Pemerintah, Generasi Muda, dan Kompleksitas Budaya,” ucapnya

Ia menegaskan Bangsa dimanapun sebelum kemajuan sebuah bangsa selalu diikuti oleh revolusi kebudayaan.

“Dalam hal untuk melestarikan budaya, kata kuncinya adalah berbicara kehidupan kita, kebudayaan itu adalah jati diri sebuah bangsa,” imbuhnya

Oleh karenanya ia menambahka agar budaya itu dapat dilestarikan, ada 3 hal “re..” yang harus dibangun, yakni pertama Re-Orientasi (makna kebudayaan), kedua Re-identifikasi (identifikasi budaya), ketiga Re-Aktualisasi (bentuk perilaku), dari 3 hal itu perlu adanya strategi dalam upaya pelestarian budaya kita dan ada lagi yang harus kita perhatikan pilar-pilar yang perlu kita jadikan faktor dalam upaya pengembangan pelestarian nilai-nilai budaya itu sendiri. (Yos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here