Home Priangan PMII Ciamis Layangkan Somasi, Kenapa?

PMII Ciamis Layangkan Somasi, Kenapa?

198
0

Warta Ciamis, Jabar- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ciamis, Jabar menegaskan tidak terlibat dalam aksi yang digagas oleh sebagian ormas yang mengatasnamakan forum umat Islam Ciamis untuk aksi solidaritas peduli Uighur.

Dia menghimbau kepada seluruh anggota ataupun kader PMII untuk tidak ikut aksi.

Hal itu disampaikan Ketua Cabang PMII Kabupaten Ciamis, Jabar, Irsal Muhammad, Kamis (02/01/2020).

“Dalam hal ini kami atas nama organisasi PMII tidak bisa ikut terlibat dalam aksi tersebut. Karena ada beberapa permasalaha yang perlu PMII pertimbangkan,” ungkapnya.

Pertimbangan itu diantaranya:

  1. Mencantumkan logo PMII tanpa seizin organisasi.
  2. Pencatutan logo itu tidak sembarangan, karena menyangkutnya dengan sikap.
  3. Kami tidak akan ikut terlibat dalam aksi tersebut.
  4. Kami menghimbau kepada seluruh kader dan anggota untuk tidak mengikuti aksi.
  5. PMII tidak akan segan-segan untuk melaporkan oknum yang telah mencantumkan logo PMII.
  6. Kepada pihak terkait dimohon untuk segera menghubungi kami secara kelembagaan.
Foto: Istimewa

“Kami, atas nama organisasi tidak pernah sedikitpun diajak bermusyawarah terlebih dahulu dalam kegiatan tersebut. Pencantuman logo PMII digunakan tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu bahkan izin terhadap organisasi.”

“Kami sangat menyayangkan dengan hal tersebut, saya harap masyarakat maupun kader PMII tidak terpropaganda oleh media yang belum valid kebenarannya, bahkan pencatutan logo ini bisa kami laporkan ke pihak yang berwajib,” tegas dia.

Menurut Irsal, ketika ada pengajakan dan pencantuman logo yang mengatas namakan organisasi itu seharusnya melakukan konfirmasi terlebih dahulu, karena ini adalah hubungan antar instansi/lembaga. PMII pun tidak akan tinggal diam karena permasalahan ini bisa diusut ke pihak berwajib.

“Ini merupakan somasi awal bagi organ/ormas yang mencatut logo organisasi dan tidak mengerti bagaimana birokrasi atau komunikasi yamg baik antar kelembagaan yang terpimpin. Apabila tidak ada klarifikasi akan kami laporkan ke pihak yang berwajib,” tuntutanya.

Dia menambahkan secara etika dan norma hukum yang hidup di masyarakat sudah dapat dikualifisir sebagai perbuatan melawan hukum dalam perspektif hkm perdata(pasal 1365 KUH Perdata) dapat dituntut kerugian material dan non materil.

Diketahui sebelumnya, bahwa beredar pamflet di setiap media sosial yang berisi ajakan aksi yang digagas oleh ormas yang mengatasnamakan forum umat Islam Ciamis untuk aksi solidaritas peduli Uighur. (Yos/WP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here