Home Pantura Gara-gara Ini, Mahasiswa Cipayung Cirebon Turun ke Jalan

Gara-gara Ini, Mahasiswa Cipayung Cirebon Turun ke Jalan

218
0

BERITA CIREBON, JABAR: Lingkungan yang sehat adalah hak semua rakyat. Rakyat cirebon butuh itu !

Itulah yang disuarakan oleh kelompok mahasiswa Cipayung Cirebon, Jawa Barat yang terdiri dari HMI, GMNI, dan PMII pada refleksi akhir tahun di depan Balai Kota Cirebon, Selasa (31/12/2019).

Mahasiswa Cipayung memberikan rapot merah untuk pemerintah Cirebon, Jabar dari banyaknya permasalahan di Kota Cirebon, Jabar ada satu permasalahan yang memang sangat krusial dan belum bisa terselesaikan sampai saat ini yaitu permasalahan sampah.

Menurut mereka tidak sedikit ide-ide dan kreativitas yang bermunculan untuk menangani permasalahan sampah, dan tidak sedikit pula masyarakat yang resah ataupun terkena dampak dari sampah ini, khususnya masyarakat yang ada di kopi luhur yang terkenal sebagai TPA sampah Kota Cirebon, Jabar.

“Refleksi akhir tahun ini merupakan bentuk dari evaluasi kinerja Pemkot Cirebon, Jabar dalam satu tahun kebelakang, kami kelompok Cipayung Cirebon membawa beberapa tuntutan yang memang sudah kami kaji terlebih dahulu,” ucap, Korlap dari GMNI, Rizaldi.

Sedikitnya 11 tuntutan mahasiswa Cipayung Cirebon, Jabar kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.

Diantaranya:

1. Tegakan Aturan Hukum Tentang Pengelolaan Sampah atau Perbaiki Saran Pengelolaan Sampah.
2. Beri Kompensasi Bagi Masyarakat Terdampak.
3. kota Cirebo  Harus Menjadi Pelopor Kota Bersih.
4. Sejahterakan Masyarakat Kopi Luhur Yang Terdampak Dari Pencemaran Sampah.
5. Menambah Petugas Kebersihan.
6. PEMKOT Harus Mengefektifkan dan Mengefesiensikan serta Menoptimalkan Penanggulangan Lingkungan
7. Tindak Tegas Pelaku Bentuk Pencemaran.
8. Akses Keterbukaan Informasi Publik, Harus Benar-benar Dipublikasikan kepada Masyarakat Oleh PEMKOT.
9. Membenahi  Semua Layanan Masyarakat Disemua Sektor Yang Menyangkut Kebutuhan Primer dan Hajat Masyarakat salah satunya terkait Aturan UUPA 1960.
10. Selesaikan target 20% RTH dikota Cirebon
11. Perketat pemberian izin mendirikan bangunan atau gedung untuk kegiatan usaha.

Menurut Ketua Cabang GMNI Cirebon, Muhamad Rifqi bahwa mahasiswa lebih menekankan kepada pemerintah kota agar lebih transparansi dalam memberikan kebijakan ataupun informasi dan bertindak tegas untuk masyarakat yang terkena dampak dari pencemaran sampah khususnya masyarakat kopi luhur.

“Kami dari GMNI sebelum melakukan aksi, kami mendatangi dinas kominfo dan dinas lingkungan hidup. Ada kejanggalan bagi kami. Karena di Kominfo dikatakan bahwa Cirebon terbebas dari pencemaran,” kata dia.

Namun disaat pihaknya melakukan dialog dengan salah satu stap Dinas Lingkungan Hidup mengatakan bahwa sebenarnya Kota Cirebon masih ada pencemaran lingkungan. Bahkan ironisnyabanyak data yang memang tidak sesuai dengan di lapangan.

“Maka dari itu kami dari kami menuntut keras agar pemerintah lebih tegas dan transparan dalam memberikan kebijakan ataupun informasi,” tegas dia. (Yos/WP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here