Home Sorot Gerhana Matahari Cincin Terjadi di Sebagian Wilayah Jawa Barat

Gerhana Matahari Cincin Terjadi di Sebagian Wilayah Jawa Barat

183
0

Jawa Barat-Indonesia, Wartapriangan.com: Hari ini, Kamis (26/12/2019) beberapa wilayah di Indonesia mengalami fenomena gerhana matahari cincin tak terkecuali Jawa Barat. Adapun, fenomena gerhana matahari di Jawa Barat termasuk Kota Bandung tersebut dimulai pukul 10.46 WIB. Puncak gerhana terjadi pada pukul 12.38 WIB. Sementara akhir gerhana terjadi pada pukul 14.24 WIB.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan, setidaknya ada 27 titik daerah di Jawa Barat yang bakal terlewati gerhana matahari. Tiap-tiap daerah akan dilewati gerhana matahari dengan durasi hampir 3,5 jam.

Wilayah-wilayah yang akan dilewati gerhana di antaranya Bandung, Cimahi, Ngamprah, Soreang, Purwakarta, Garut, Sumedang, Singaparna, Bogor, Depok, Cianjur, Purwakarta, Majalengka, dan lainnya.

Kendati gerhana matahari bakal terjadi hampir di semua wilayah di Jabar dengan durasi lama, kondisi cuaca diperkirakan bakal kurang mendukung untuk melihat secara kasat mata selama 3,5 jam. BMKG memprediksi, cuaca Jawa Barat pada pagi hari cerah berawan, siang hari berawan dan hujan ringan.

“Tetapi durasi gerhana yang lebih dari 3 jam 30 menit, masih ada potensi matahari tidak terhalang awan, di saat-saat tertentu. Saat itu, gerhana matahari mudah terlihat secara visual,” jelas dia.

Tony menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin mengetahui kondisi gerhana di 29 titik pemantauan BMKG bisa menyaksikan melalui video streaming di YouTube saluran Info BMKG.

Dilansir dari laman bmkg.go.id, Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Fenomena yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan ini terjadi pada saat fase bulan baru.

Adapun Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris dan pada saat itu piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari. Akibatnya, saat puncak gerhana, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

Gerhana matahari total terakhir kali pernah pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, yaitu pada tahun 1963, 1988, 1995, 9 maret 2016, dan diperkirakan baru akan terjadi lagi pada tahun 2023. Sementara gerhana matahari cincin seperti yang terjadi hari ini, kamis (26 Desember 2019), sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1998 silam. (Admin/WP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here