Home Bandung Raya Forum Intelektual Muda Nahdliyyin dan Warta Priangan Gelar Diskusi Analisis Framing Media...

Forum Intelektual Muda Nahdliyyin dan Warta Priangan Gelar Diskusi Analisis Framing Media Massa

203
0

Bandung, Jawa Barat: Dalam kehidupan demokrasi dan keberluasan informasi saat ini, media massa sering ditempatkan sebagai salah satu variabel determinan. Selain sebagai corong informasi, media massa berfungsi pula sebagai alat kontruksi sosial dan citra politik seseorang. Tak ayal, hal ini menyebabkan adanya disparitas pandangan di tengah kondisi sosial saat ini.

Menyikapi hal tersebut, Forum Intelektual Muda Nahdliyyin (FIMNA) bekerjasama dengan Koran Warta Priangan menggelar Lingkar Diskusi dengan mengangkat tema “Analisis Framing Media Massa” yang dilaksanakan di Kedai Kopi Vox Populi Coffe and Dimsum Gerlong, Bandung Jawa Barat, pada Rabu (11/12) malam.

Diskusi tersebut menghadirkan Jurnalis sekaligus Dosen STIABI Riyadul ‘Ulum, Tasikmalaya, Syarif Hidayat, S.PD., M.Pd, dan Wartawan Senior Warta Priangan, Bapak Slamet Hidayat. Kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa dan pemuda yang berada di kota bandung. Mereka cukup antusias menyambut adanya diskusi terbuka tersebut dalam membahas Framing Media Massa.

Ketua Forum Intelektual Muda Nahdliyyin (FIMNA), Dadan Rizwan Fauzi, S.Pd mengatakan setidaknya ada dua tujuan utama diselenggarakannya kegiatan diskusi ini. Pertama, sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai intelektual muda dalam menyikapi berbagai macam permasalahan kebangsaan.

Kedua, untuk meningkatkan literasi media dikalangan generasi muda supaya lebih cerdas, kritis dan bijak dalam menerima sebuah informasi. Mengingat dalam era keberluasan informasi saat ini, banyak sekali beredar informasi palsu (hoax) yang dapat menjadi pemicu terpecah belahnya keutuhan bangsa.”

Sementara itu, Jurnalis sekaligus Dosen STIABI Riyadul ‘Ulum, Tasikmalaya, Syarif Hidayat, S.PD., M.Pd, selaku salah satu pembicara menyebutkan bahwa sebuah informasi atau peristiwa harus dianalisis dari berbagai macam sudut pandang supaya bisa mendapatkan informasi yang komprehensif.

“Media massa ibarat sebuah benda yang memiliki berbagai macam sisi, tergantung dari sudut pandang mana mereka akan mengemas sebuah informasi atau peristiwa. Sehingga ini memungkinkan setiap media massa memiliki caranya tersendiri dalam menyajikan peristiwa ke dalam sebuah berita”.

Ditempat yang sama, pemateri selanjutnya yang merupakan wartawan senior Warta Priangan, Slamet Hidayat mengatakan ruang gerak pemberitaan oleh media massa saat ini relatif lebih bebas dibandingkan sebelum reformasi.

“Saat ini, setiap orang cenderung memiliki kebebasan dalam membuat dan menyebarkan informasi. Hal ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan kondisi sebelum reformasi. Meski demikian, media massa saat ini sedang mengalami tantangan untuk tetap bisa menyajikan berita sesuai kode etik jurnalistik”.

Slamet juga mengajak kaum muda untuk bisa berperan dalam menjaga independensi sebuah informasi publik dengan cara penguatan literasi media. Dia tetap optimis bahwa apabila generasi mudanya mau aktif dalam dunia jurnalistik, maka fenomena maraknya berita bohong (hoax) akan bisa teratasi. (DR/WP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here