Home Pakuan Forum “Dialog Hari Ini” Gelar Talkshow Milenial tentang Isu Radikalisme

Forum “Dialog Hari Ini” Gelar Talkshow Milenial tentang Isu Radikalisme

152
0

Berita Bogor-Jabar: Paham radikalisme kini menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa dan negara. Penyebaran yang cukup masif serta dikemas dengan sedimikian rupa hingga mampu mempengaruhi persepsi publik terhadap radikalisme. Kekhawatiran itulah yang menjadi perhatian berbagai kelompok masyarakat saat ini, termasuk juga bagi kaum pemuda.

Menyikapi hal tersebut, salah satu komunitas kepemudaan bernama “Dialog Hari Ini” pun memberikan perhatian yang lebih terhadap isu radikalisme ini dengan menggelar Talkshow Milenial yang mengangkat tema “Mencegah Berkembangnya Radikalisme dan Terorisme” yang dilaksanakan di Kedai Kopi Cakap, Bogor, Jumat (13/12) siang.

Dialog tersebut diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi Universitas yang berada di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Mereka cukup antusias menyambut adanya diskusi terbuka tersebut dalam membahas bahaya radikalisme dan terorisme di tanah air. Hadir pula Akademisi Institut Pertanian Bogor, Dr. Doni Yusri, dan Pegiat Lintas Agama, Kota Bogor, Luhur Nugroho sebagai pembicara Talkkshow.

Menurut Gian, sebagai salah satu panitia penyelenggara mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk merespon kejadian2 yg sedang hangat di masyarakat. Karena radikalisme dan terorisme merup’akan paham yg akan merusak tatanan masyarakat, maka kami mencoba mengupas tuntas melalui diskusi untuk bisa menangkal paham negatif itu dan mengkampanyekannya.

Akademisi Institut Pertanian Bogor, Dr. Doni Yusri, selaku salah satu pembicara menyebut bahwa radikalisme tumbuh bukan hanya mengusik keutuhan bangsa saja, tetapi juga menciptakan ketakutan di masyarakat. Doni menegaskan bahwa peran kepemudaan diharapkan untuk mengantisipasi berjamurnya paham radikal.

“Radikalisme ada karena mereka ekslusif yang pada akhirnya hanya melakukan pembenaran dan melihat semuanya menjadi subjektif. Inilah yang berbahaya bagi keutuhan bangsa kita”, ujar Doni.

Ditempat yang sama, Pegiat Lintas Agama, Kota Bogor, Luhur Nugroho menyebut penggunaan simbol-simbol agama masif muncul di masyarakat. Dia menegaskan hal itu akibat provokasi yang muncul di perbincangan publik.Luhur mengungkapkan paham radikalisme bisa berbahaya jika dicampur dengan fundalis dan fanatik.

“Radikalisme ini berbahaya, tapi yang paling berbahaya dari radikalisme adalah orang-orang yang memiliki perkawinan antara fundalis dan fanatik”, tegas Luhur.

Luhur juga mengajak kaum milenial untuk berperan dalam mengantisipasi bahayanya radikalisme dan terorisme tumbuh dan berkembang di masyarakat. “Radikalisme harus kita jauhi dan tentunya dicegah, terkhusus kaum milenial dan umumnya semuanya, suatu paham yang terlalu fanatik akan jatuh kepada radikalisme hingga dapat merusak persatuan-persatuan yang sudah kita pertahankan bersama”, tambahnya. (DR/WP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here