Home Priangan Kejaksaan Negeri Banjar dan YRBK Gelar Seminar Publik Literasi Hakordia

Kejaksaan Negeri Banjar dan YRBK Gelar Seminar Publik Literasi Hakordia

180
0

Berita Banjar, Jabar: Hari Anti-Korupsi Sedunia (Hakordia) diperingati setiap tanggal 9 Desember di seluruh dunia untuk memperteguh gerakan melawan berbagai bentuk praktik korupsi yang merupakan kejahatan besar kemanusiaan (extra ordinarly crime).

Peringatan Hakordia juga secara massif dilakukan di tingkat nasional dengan berbagai cara untuk mengingatkan buruknya praktik korupsi sehingga butuh kesadaran bersama untuk memeranginya.

Rangkaian peringatan Hakordia 2019 di Kota Banjar terutama diselenggarakan di kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Banjar.

Kepala Kajari Kota Banjar, Gunadi SH MH mengatakan di lingkungan Kajari Kota Banjar telah dilakukan apel bersama para pelajar, mengingatkan mereka kaum milineal agar menjadi pribadi-pribadi jujur yang anti-korupsi sejak dini.

Selain itu, Kajari Kota Banjar juga bekerjasama dengan Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) menyelenggarakan Seminar Publik dengan tema spesial, “Literasi Anti Korupsi”.

“Seminar Publik akan digelar besok pagi, Jumat 13 Desember 2019 bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Kota Banjar. Selain dari unsur Penegak Hukum seperti Kajari Kota Banjar dan Tim Saber Pungli Polres Banjar, Narasumber Seminar Publik ini juga berasal akademisi dan praktisi hukum serta pegiat literasi anti-korupsi dari YRBK,” ucap Kajari Kota Banjar, dalam siaran persnya, Kamis (12/12/2019)

Photo:
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Gunadi SH MH bersama Pendiri YRBK Kota Banjar, Sofian Munawar
.

Pendiri YRBK, Sofian Munawar menyebutkan setidaknya ada dua tujuan utama diselenggarakannya Seminar Publik ini.

Pertama, sebagai ajang untuk menyosialisasikan pentingnya penegakan hukum dan aturan mengenai tindak pidana korupsi yang kini menjadi salah satu musuh besar bangsa ini.

Kedua, kegiatan ini juga diorientasikan pada munculnya kesadaran bersama diantara para pihak akan pentingnya gerakan anti-korupsi untuk memerangi dan memberantas praktik-praktik korupsi dalam segala bentuknya.

Hal lain yang unik dari kegiatan ini menurut Sofian bahwa Seminar Publik ini juga menjadi “tiket” bagi para peserta yang akan turut serta menjadi penulis buku “Antologi Literasi Anti-Korupsi”.

Menurut dia, semua makalah dari para Narasumber dan catatan terbaik kegiatan dari para peserta terkait dinamika seminar ini akan didokumentasikan dalam bentuk buku.

“Insya Alloh, buku Antologi Literasi Anti-Korupsi sebagai dokumentasi kegiatan seminar ini akan kita terbitkan dalam bentuk buku dan akan kita luncurkan tahun depan,” pungkas Sofian. (RBK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here