Home Kasundaan Isi Kandungan Buku Napas Kebudayaan Demokrasi Mengandung Petuah Sunda

Isi Kandungan Buku Napas Kebudayaan Demokrasi Mengandung Petuah Sunda

236
0

Berita Kuningan-Jabar : Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Kuningan, Jabar menggelar bedah buku Napas Kebudayaan Demokrasi karya Dani Danial Muhklis, Ketua KPU Kota Banjar, Jabar. Isi buku ini syarat kandungan petuah Sunda.

Sebanyak 50 orang mahasiswa tersebut berjalan cukup menarik. Tampil sebagai moderator pada acara tersebut Ketua KIPP Kabupaten Kuningan, Jabar, Zaka Vikriyan.

Penulis buku, Dani Danial Muklis mengemukakan bahwa buku yang dia tulis merupakan refresentasi untuk memberikan sudut pandang lain mengenai demokrasi ditinjau dari perspektif kebudayaan Sunda. Bagi dia banyak sekali falsafah, pepatah dan atau pikukuh pitutur karuhun sunda dari berbagai literatur yang pernah ia baca. Alhasil, semua sangat relevan jika dikontekstualisasi dalam kehidupan demokrasi saat ini.

Salah satu contoh, misalnya ada salah satu text dalam naskah Siksa Kandang Karesian yang berbunyi:

Nguni sang pandita kalawan sang dewaratu pageuh ngertakeun ing buana. Nya mana kreta lor kidul wetan, saka sangga dening pretiwi, saka kurung dening angkasa, pahi mang urip ingsun janma kabeh.

Ketua KPU Kota Banjar, Dani Danial Mulkis Penulis Buku Napas Kebudayaan Demokrasi

“Jika dikontekstualisasi dalam kehidupan demokrasi, bahwa kunci menyejahterakan masyarakat itu adalah berpadunya antara Ratu (pemerintah-red) dengan Pandita (kaum agamawan-red), atau dalam istilah yang sering kita jumpai berpadunya ulama dan umara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Danial.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kuningan, Jabar Asep Fauzi, menyampaikan bahwa buku ini semacam memperteguh satu keyakinan khususnya orang Sunda. Bahwa mengenai makna demokrasi tidak mesti selalu berpijak pada teori-teori barat.

Karena dalam buku ini juga banyak terungkap falsafah adagium atau pepatah orang Sunda jaman dulu yang berkaitan dengan nilai-nilai demokrasi yang harus tumbuh dalam ruang kehidupan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Budayawan Kuningan, Jabar Dedi Ahimsa menyampaikan bahwa Buku Napas Kebudayaan Demokrasi adalah refleksi penulis terhadap realitas kehidupan demokrasi yang saat ini berkembang di Indonesia, dimana banyak sekali terjadi anomali demokrasi yang semakin jauh dari akar budaya bangsa indonesia.

Suasana Akrab Usai Bedah Buku Napas Kebudayaan Demokrasi Karya Dani Danial Muklis

“Maka buku ini hadir sebagai tawaran pemikiran dari penulis melalui pendekatan budaya khususnya budaya Sunda untuk memperbaiki kehidupan demokrasi itu sendiri,” tutur Kang Dedi sapaan akrabnya.

Ketua KKIP Kabupaten Kuningan, Jabar, Zaka Vikriyan menerangkan bahwa masyarakat sebagai manifestasi kolektif manusia memiliki kontinum norma, identitas sosial, dan kontinuitas. Perangkat perekat tersebut merupakan kesepakatan primodialistik yang akhirnya menjadi ekualitas. Kemudian asosiasitifnya kemudian melibatkan bahasa dan rasa sebagai medium dasar komunikasi. Pada titik inilah muncul masalah di permukaan.

“Aktualisasi nilai-nilai kasundaan dan Agama bisa menjadi solusi ampuh pada masa kini. Sehingga terciptanya suasana sehat hingga tujuan adil dan makmur,” jelas dia.

Acara bedah buku Napas Kebudayaan Demokrasi karya Dani Danial Muklis tersebut dilaksanakan pada 4 Desember 2019 lalu. (Yos/WP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here