Home Priangan Diduga Terjadi Aksi Pemukulan, Kongres GMNI XXI Syarat Intimidasi

Diduga Terjadi Aksi Pemukulan, Kongres GMNI XXI Syarat Intimidasi

177
0

Berita Banjar-Jawa Barat, wartapriangan.com: Ketua DPC GMNI Kota Banjar, Solehan mengatakan dinamika terjadi selama proses registrasi kongres, sudah mulai tercium dengan dipersulitnya proses registrasi dengan berbagai macam alasan oknum DPP GMNI.

“Saya geram dengan pernyataan oknum DPP yang mengatakan bahwa terbitnya sk definitif DPC  GMNI Kota Banjar dan SK Carateker DPC GMNI Kab.Ciamis yang ia rintis dianggap tidak sesuai dengan mekanisme administrasi. Akibatnya di hari pertama kita tidak bisa masuk ke Arena Kongres,” paparnya (06/12).

Ia juga menjelaskan dinamika yang terjadi di dalam kongres sudah tidak mengedepankan etika melainkan bergeser menjadi intimidasi. Peserta kongres mendapatkan intimidasi oleh panitia kongres dan oknum-oknum di dalamnya.

Ironisnya, ini diperparah dengan adanya kontak fisik terjadi antara peserta dengan panitia, lantaran peserta yang berada di dalam arena kongres dikurung sampai tidak diperbolehkan keluar.

“Kami dan kawan-kawan delegasi cabang yang lain bersepakat untuk Walkout dari arena persidangan, karena suasana sudah tidak kondusif dan berpotensi memakan korban. Tapi kami dipaksa dan disandera untuk tetap ada di dalam Arena Kongres,” imbuhnya.

Menurutnya Walkout dari Persidangan adalah hak peserta. Akan tetapi panitia tetap memaksakan seluruh peserta tetap di dalam arena kongres.

Proses pengurungan terjadi pada Minggu, 1 Desember 2019 pukul 22.00 WIT sampai 04.00 WIT. Peserta yang mencoba menggugat karena argumentasi panitia tidak ada dasarnya untuk mengurung peserta kongres di dalam ruangan.

“Padahal penentuan dan pengesehan peserta sudah di ketuk palu di sidang Pleno I , kenapa harus inkonsistensi terhadap hasil sidang?” tegas Solehan.

Dampak dari suasana kongres yang memanas, akibatnya beberapa peserta mendapatkan pemukulan oleh peserta dan oknum-oknum di dalamnya.

Pukulan yang menghantam pelipis mata salah satu peserta kongres asal Banjarmasin, dengan tegas Solehan menerangkan bahwa kejadian tersebut bisa menjadi bukti, jika kongres GMNI di Ambon sarat dengan intimidasi.

Tidak hanya itu, peserta kongres, termasuk Sarinah juga terkena dorongan para oknum dan melakukan tekanan kepada peserta kongres agar menuruti kepentingannya.

“Menarik pasukan dari Arena Kongres merupakan hal logis, mengingat keamanan dan situasi yang sudah tidak kondusif. Walkout dari persidangan juga hak kami sebagai peserta dan kenapa pihak Panitia dan oknum DPP memaksa dan menyandera kami untuk tetap di dalam ruangan?”kata dia.

Solehan juga menambahkan bahwa Hasil pertimbangan Roybatullah Ketua Umum DPP GMNI periode 2017 – 2019 dkk selaku SC yang menyatakan bahwa Kongres ke XXI dipindah tempatkan ke Hotel Amaris Kota Ambon, tanggal 2 Desember 2019 merupakan upaya kongkret menjaga keamanan kader dan kondusifitas Kongres dari intimidasi dan tindakan oknum DPP dan panitia,” pungkasnya.

Diketahui, Kongres Kemaritiman GMNI XXI di Ambon mengusung tema “Mempertegas Posisi Kedaulatan Maritim Indonesia Demi Kepentingan Nasional Berbasis Kepulauan Berdasarkan Pancasila” yang dimulai pada tanggal 28 November 2019 dibuka oleh Menteri Sosial, Juliari Batubara, yang juga didampingi oleh Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Ahmad Basarah. (Yos/WP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here