Home Warta Nasional Disandera 4 Jam, Sarinah GMNI Banjar Jabar Ini Berhasil Dibebaskan

Disandera 4 Jam, Sarinah GMNI Banjar Jabar Ini Berhasil Dibebaskan

1018
0

Berita Nasional, Wartapriangan.com: Kongres GMNI  XXI di Ambon sempat berlangsung kisruh. Akibatnya seorang sarinah DPC GMNI Kota Banjar, Jabar, disandera selama 4 jam. Beruntung panitia lokal berhasil membebaskan seorang sarinah yang tersandera tersebut.

Kresty Ameliani Putri korban penyanderaan oknum pengurus DPP GMNI menceritakan bahwa proses penyanderaan terjadi pada Minggu, (01/12/2019) pukul 22.00 WIT di arena Kongres GMNI XXI kawasan Kristian Center Ambon.

Pasca kisruh, oknum pengamanan panitia dan beberapa peserta yang memilih walkout dari arena mencoba menggugat karena argumentasi panitia tidak ada dasarnya untuk mengurung peserta kongres di dalam ruangan. Hal ini berdampak pada suasana kongres yang semakin memanas.

“Sebelum berangkat kongres keadaan saya memang dalam keadaan kurang fit (Anemia-red). Namun keinginan kuat saya untuk menyuarakan gagasan tentang sistem kaderisasi khususnya bidang Sarinah menguatkan saya untuk tetap berangkat demi menyuarakan gagasan pemikiran para kader di daerah asal kami yang hampir 75% di dominasi oleh para sarinah”, ucapnya saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis, (05/12).

Kresty mengungkapkan, pada saat insiden tersebut dirinya sedang dalam keadaan tidak sehat dan meminta izin kepada panitia untuk pulang kembali ke hotel.

Namun pihak keamanan tidak mengindahkan permintaanya dan tetap memaksa berada di dalam ruangan bahkan tidak mengizinkan keluar dari ruangan dengan alasan apapun.

“Saya tidak diizinkan kembali ke hotel oleh panitia keamanan. Semua pintu di jaga ketat. Saya pun duduk di samping pintu utama kurang lebih 4 jam sampai ada salah seorang panitia yang membantu untuk keluar sekitar jam 02.25 WIT. Kemudian panitia memesan kendaraan online untuk kembali ke Hotel dalam keadaan was-was,” paparnya.

Mendapatkan perlakuan seperti itu, dirinya merasa kecewa dengan dinamika organisasi. Kongres yang seharusnya menjadi sarana bagi GMNI yang berada di daerah untuk beradu gagasan, ide, konsep, implementasi, dasar hukum, sampai strategi dan taktik GMNI selama satu periode ke depan ternodai oleh oknum yang merusak marwah organisasi.

“Ini pertama kali dalam sejarah kehidupan saya mengikuti Kongres yang tidak akan terlupakan,” ucap dia, gemetar.

Kresty sudah mengira bahwa ada hal yang tidak beres di tubuh DPP dan panitia. Mulai dari dipersulitnya mendapatkan Id Card peserta dan Tote Bag yang berisi konsdran persidangan, kaos peserta dengan alasan administrasi yang berbelit-belit. Padahala sesuai dengan ketentuan persayaratan administrasi sudah ditempuh.

“Kami mendapatkan Id Card peserta untuk masuk ke arena pada hari kedua dengan penuh perjuangan, itu pun kita baru bisa masuk di hari kedua. Bahkan sampai akhir masa kongres kita tidak diberikan Tote Bag yang berisi konsdran persidangan, kaos pesrta dll,” ceritanya.

Kemudian kongres pun dipindah tempatkan. Keputusan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP GMNI periode 2017 – 2019 beserta jajarannya memindahkan tempat kongres dari Kristian Center menuju Hotel Amaris tersebut demi keamanan peserta dan keberlangsungan kongres GMNI XXI Ambon dinilai Kresty sangat tepat.

“Terima kasih kepada Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP GMNI periode 2017 – 2019 beserta jajarannya yang mengambil tindakan sigap untuk mengamankan kami ke Hotel Amaris. Saya rasa tindakan sejumlah oknum Pengurus DPP GMNI yang dinilai inkonstitusional sehingga membuat situasi internal organisasi dan proses persidangan sangat tidak kondusif,” tegas dia.

“Dengan terpilihnya Arjuna Putra Aldino sebagai Ketua Umum dan M Ageng Dendy Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal DPP GMNI satu periode kedepan dirinya berharap bisa menjadi harapan baru untuk GMNI lebih baik guna merawat tradisi intelektual GMNI yang dinamis dalam membuat strategi gerakan di level bawah dengan mengakselerasikan ideologi pada era hari saat ini,” pungkasnya. (Yos/WP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here