Menteri Susi, Resmikan Pabrik Pakan Ikan dan Embung di Pangandaran

0 196

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meresmikan Pabrik Pakan Ikan Mandiri dan embung yang ada di Kabupaten Pangandaran. Peresmian itu dilakukan melalui video conference dari Muara Baru Jakarta.

Peresnian pabrik pakan ikan dan embung tersebut, merupakan bagian dari 20 program yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Video conference yang dilakukan Kamis, 10 Oktober 2019, disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, Adang Hadari, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin dan sejumlah undangan lainnya, di gedung Pabrik Pakan Ikan Mandiri di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan Cikidang, Desa Babakan, Pangandaran.

Direktur Pakan dan Obat Ikan, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian dan Perikanan, Mimid Abdulhamid mengatakan, ketersediaan pakan yang terjangkau menjadi isu utama di kalangan pembudidaya ikan saat ini dan sangat menentukan bagi keberhasilan kegiatan usaha budidaya, oleh karena itu suplai pakan yang terjangkau sesuai kebutuhan baik kualitas maupun kuantitas sangat diperlukan.

Direktur Pakan dan Obat Ikan, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian dan Perikanan, Mimid Abdulhamid. (Iwan Mulyadi/wp)

Untuk itu, KKP dalam hal ini Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) melalui program unit produksi pakan ikan mandiri  yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi pembiayaan pakan dalam usaha budidaya ikan, sehingga akan sangat membantu pembudidaya karena harga pakan lebih murah.

Menurutnya, melalui program pembangunan unit produksi pakan ikan mandiri diharapkan akan lebih luas menjangkau kebutuhan pakan bagi pembudidaya ikan dan dapat menekan biaya produksi budidaya minimal 30 persen.

Selain itu, pakan mandiri KKP ingin memastikan bahwa harga pakan bisa terjangkau, dengan kualitas kualitas yang bersaing dengan pakan pabrikan serta menjamin produk pakan yang mengacu pada SNI yang sudah ada melalui penerapan prinsip-prinsip cara pembuatan pakan yang baik sehingga produk akan selalu dipercaya masyarakat.

Mimid menjelaskan, pembangunan unit produksi pakan mandiri dimulai tahun 2018, dengan luas unit produksi 7.000 m2. Tujuan utamanya yakni untuk mencukupi kebutuhan pakan murah dan berkualitas bagi pembudidaya kecil khususnya untuk area Jawa Barat.

Unit produksi pakan mandiri ini, tambah Dia, dikelola oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Laut Lampung, dengan kapasitas produksi sebanyak 1 ton per jam atau 30 – 50 ton per bulan.

Hingga September 2019, jelasnya, unit produksi pakan ini telah memproduksi sebanyak 70,8 ton dan telah terdistribusi sebanyak 57,7 ton untuk bantuan bagi pembudidaya ikan.

“Unit produksi pakan mandiri ini merupakan pabrik pakan skala medium dengan spesifikasi produk (pakan jenis apung, slow sinking, dan pakan tenggelam), peruntukan untuk semua jenis ikan budidaya, diproduksi dengan SOP yang ideal, bermutu baik dan sesuai Standar Nasional Indonesia,” kata Mimid.

Melalui unit produksi pakan mandiri ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat melakukan intervensi harga penjualan yakni untuk jenis slow sinking kisaran harga Rp. 6.500 s/d Rp. 7.000,- per kg. Harga ini mampu dijangkau pembudidaya kecil dan berdampak pada peningkatan efisiensi produksi hingga min 30 persen.

Perlu diketahui ujar Mimid, program gerakan pakan mandiri saat ini telah memasyarakat dan memberikan dampak positif bagi peningkatan efisiensi produksi. Pembudidaya kecik mendapatkan nilai tambah minimal 30%.

“Berbagai inovasi formulasi pakan mandiri juga banyak muncul di masyarakat dengan memanfaatkan varian sumber bahan baku lokal, disamping pengelolaan unit produksi pakan yang mulai baik sesuai standar,” pungkasnya.

Sementera ditempat yang sama, Wakil Bupati Pangandaran Adang Hadari berharap keberadaan pabrik pakan ini, dapat menjadi solusi bagi warga masyarakat pembudayaan ikan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Dengan produksi dan bahan bakunya dari Pangandaran, maka kita harapkan harganya terjangkau dan lebih murah,” ujarnya.

Dengan ketersediaan pakan yang terjangkau, Dirinya yakin gairah pembudidaya ikan di Pangandaran akan meningkat.

Embung di Pangandaran

Pada kesempatan itu, Direktur Pakan dan Obat Ikan, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian dan Perikanan, Mimid Abdulhamid juga menyampaikan, pembangunan embung dimulai tahun 2018 dilahan seluas 4,1 ha.

“Embung tersebut, berlokasi di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dan dikelola oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi,” terangnya.

Fungsi Embung tersebut kata Mimid, antara lain sebagai pengembangan budidaya berbasis penangkapan (CBF), pengendali banjir, menjaga ketersediaan air, alternatif tempat olahraga (jogging, kano), tempat bermain dan  rekreasi (wisata).

“Pembangunan embung ini diharapkan akan memberikan multiflier effect bagi ekonomi daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Embung tersebut, paparnya, juga dilengkapi dengan gazebo untuk fasilitas pertemuan pembudidaya ikan, fasilitas jogging track, ruang terbuka hijau untuk rekreasi masyarakat umum.

Wakil Bupati Pangandaran, Adang Hadari menyampaikan terimakasih kepada Kementerian KP RI, atas dibangunnya embung di Pangandaran.

“Selain akan dapat meningkatkan tarap ekonomi pembudidaya ikan, embung juga berfungsi sebagai resapan air dan sarana rekreasi,” kata Adang.

Adang pun berharap, jumlah embung di Pangandaran ditambah karena keberadaannya akan sangat banyak bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran. (Iwan Mulyadi/WP)

(Total dibaca 171 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan