Dihantam Gelombang Nelayan Pangandaran Hilang, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

0 309

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian satu korban Kecelakaan perahu bernama Elan Suherlan (47), yang terhempas gelombang di Perairan Muara Sungai Bojong Salawe Desa Karang Jaladri, Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.

“Mulai pukul 07.45 WIB Kamis 3 Oktober 2019, tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian korban dengan metode pencarian penyisiran air dengan pola  Paralel Sweep” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Deden Ridwansah.

Deden menjelaskan, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit). SRU SATU melakukan penyisiran di permukaan air dari sekitar lokasi kejadian ke Arah Timur Laut  Sejauh 2.7 KM  dengan menggunakan 1 Unit Kapal Jukung.

“Sedangkan SRU DUA melakukan penyisiran di permukaan air dari lokasi kejadian  ke arah Selatan  sejauh 1.8 KM dengan menggunakan 1 Unit Kapal Jukung” lanjutnya.

Adapun unsur gabungan yang terlibat yaitu BPBD Pangandaran,  Pos TNI AL Pangandaran, Polairud Pangandaran, Vertical Rescue, MTA Rescue, SAR Pangandaran dan Nelayan setempat.

Dengan alat utama yang digunakan yaitu dua Unit Perahu Jukung Nelayan, satu unit Binocular dan satu set Peralatan komunikasi.

Sebelumnya dikabarkan sorang nelayan hilang terseret arus air di perairan Bojongsalawe, di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Selasa (1/10/ 2019) sekitar jam 23.15 WIB.

Diketahui korban bernama Elan Suherlan (47) warga Dusun Batukaras RT. 13 RW. 06 Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.

Nanang Junaedi Pengurus Rukun Nelayan (RN) Bojongsalawe mengatakan, korban tenggelam dan hilang ketika akan menolong teman yang perahunya mengalami gangguan, akibat penuh muatan dan dihempas ombak serta jaringnya melilit baling-baling mesin.

Nanang menyampaikan, saat itu dua perahu berjalan beriringan. Korban berada di Perahu Jaya Abadi bersama Karsidin dan Wawan.

Namun, kata Nanang, kemudian perahu lain yang ditumpangi Jajang Rahmat (42) dan Abdul Matin (48) mengalami gangguan, karena kelebihan muatan dan mesinnya mati akibat baling-baling terlilit jaring.

“Korban kemudian meninggalkan perahu dan bermaksud menolong perahu lain yang mengalami gangguan dengan cara berenang,” terangnya.

Namun setelah sampai, perahu tersebut terhantam ombak. Korban pun terseret arus dan tenggelam. (Iwan Mulyadi/WP)

(Total dibaca 288 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan