Tradisi Budaya Ruwat Jagat Sila Saamparan, Kembali Digelar di Batu Hiu, Pangandaran

0 139

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Tradisi budaya Ruwat Jagat Sila Saamparan, sebagai event tahunan kembali digelar di Pantai Batu Hiu, Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jumat (20/9/2019).

Rencananya event ini akan berlangsung selama 4 hari mulai dari Kamis 19 September sampai dengan Minggu, 22 September 2019. 

Prosesi Ruwat Jagat Sila Saamparan, dimulai dengan iring-iringan tumpeng dan berbagai makanan hasil bumi yang ditandu menuju panggung utama di pesisir pantai.

Acara pun dilanjutkan dengan memanjatkan doa’ bersama atas nikmat dan karunia pada Sang Pencipta serta ditutup dengan makan tumpeng bersama dalam satu hamparan tikar yang memanjang.

Menurut tokoh budaya Kabupaten Pangandaran, Rangga, Ruwat Jagat artinya bersama-sama merawat alam dan sila saamparan maksudnya duduk bersama di atas tikar dengan tidak membedaan status sosial.

“Duduk bersama untuk bertafakur dan bersukur pada Yang Maha Kuasa, esensinya seperti itu,” tutur Rangga.(20/9)

Sementara Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyampaikan, dalam prosesi budaya Ruat Jagat Sila Saamparan, banyak simbol-simbol yang bisa diambil, antara lain, merawat alam harus menjadi komitmen dan tanggungjawab bersama.

Begitu juga dalam melestarikan budaya daerah, kata Jeje, kegiatan ini bisa memperkaya khasanah kebudayaan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Tapi saya titip, budayanya maju, namun akidahnya pun harus tetap bisa terjaga, “tegas bupati.

Untuk membangun Pangandaran lebih maju, kata bupati, harus juga dibangun kebersamaan seluruh masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk dalam kegiatan budaya.

“Tahun depan  Ruat Jagat Sila Saamparan ini kita selenggarakan lebih besar dan semarak. Harus dikemas lebih baik lagi,” kata Bupati. (Iwan Mulyadi/WP)

(Total dibaca 118 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan