Terima kasih Pak Polisi, Warga Senang Sepeda Motor yang Dicuri Bisa Kembali

0 222

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Raut wajah bahagia terpancar pada diri Rahmat (53), warga Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Rahmat adalah salah satu korban pencurian motor di halaman rumahnya beberapa bulan yang lalu. Dia mengaku tidak menduga motor Honda Beatnya ditemukan dan dikembalikan.

“Ini seperti mimpi apalagi yang mengembalikan motor langsung Pak Kapolres yang di saksikan Unit Reskrim Polsek Sukaresik” kata Rahmat saat mengikuti konferensi pers Hasil Ops Patuh Lodaya 2019 di Mapolres Kabupaten Tasikmalaya, Senin(16/09/2019).

Dia mengaku terkejut dan hanya bersikap pasrah saat mengetahui motor kesayangannya hilang. Dia mengatakan, motor tersebut dibelinya bekas.

Rahmat kemudian memutuskan melaporkan kejadian itu ke Polsek Sukaresik. Hampir semua orang yang mengetahui hal itu memintanya agar tak terlalu berharap dengan pelaporan tersebut.

Saat itu, sepeda motornya terparkir di depan rumahnya di wilayah Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, pada bulan ramadhan lalu.

Namun Rahmat tetap menyimpan harapan, agar para polisi bisa menemukan kembali motor kesayangannya.

Namun, haya dua menit sepeda motor yang terparkir di depan rumah sudah hilang dibawa kabur pencuri. “Padahal motor itu dikunci stang,” kata Rahmat

Pengungkapan pencurian bermotor itu terbongkar saat melakukan operasi patuh di wilayah Kecamatan Sukaraja. Saat diberhentikan, pengendara tidak bisa menunjukan STNK maupun SIM.

Saat ditelusuri, motor jenis matik berwarna merah itu masuk dalam Laporan Polisi (LP) di Polsek Sukaresik wilayah hukum Polres Tasikmalaya kota. Diketahui, motor matic itu hilang sejak lima bulan lalu.

“Sekarang dilimpahkan kepada Polsek Sukaresik, karena disana ada LP nya. Tadi juga hadir dalam expose yang kita gelar, ” ujar Kapolres Tasikmalaya AKBP. Doni Eka Putra, Senin (16/9/2019).

Selain menemukan adanya kendaraan hasil pencurian, Satlantas Polres Tasikmalya juga menemukan pemalsuan dokumen berupa STNK.

Anggota curiga karena dalam STNK yang diperlihatkan oleh pengendara, hologram kapolisian dan pita pengamanan STNK tidak ada.

“Ada pemalsuan dokumen berupa STNK juga. Kita temukan semuanya saat operasi patuh kemarin dari tanggal 29 agustus hingga 11 september,” kata Doni.

Selama digelarnya operasi patuh lodaya dari 29 Agustus hingga 11 September lalu, sedikitnya ada 2.593 pelanggaran yang tercatat Satlantas Polres Tasikmalaya.

Dari jumlah pelanggaran itu pengendara sepeda motor paling mendominasi, dengan 1.604 pengendara. Sementara 230 pengemudi kendaraan roda empat hingga enam.

Dari jumlah 2.593 pelanggaran, 1.834 pelanggaran dijatuhi penilangan. Sedangkan 759 pelanggaran hanya diberikan teguran untuk tidak mengulangi kesalahan kembali.

Dari hasil operasi itu juga, ada 46 kendaraan yang hingga ini masih ditahan karena pemilik tidak bisa menunjukan STNK maupun BPKB. (Andri Ahmad Fauzi/WP)

(Total dibaca 211 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan