Terendus Dugaan Penggelapan Dana BUMDes Purwasari di Ciamis

0 2.007

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Dugaan penggelapan anggaran dana BUMDes tahun 2017, yang dilakukan salaseorang oknum aparatur Desa Purwasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mencuat.

Dana sebesar Rp.80 juta dari Dana Desa (DD) tahap tiga yang dialokasikan untuk BUMDes tersebut disinyalir telah mengendap di salaseorang oknum aparatur Desa Purwasari.

Dugaan itu muncul ketika pengurus BUMDes yang baru dan para pengawas, mempertanyakan anggaran tersebut di forum musyawarah desa (Musdes) kepada komisaris BUMDes, yang dijabat Kepala Desa Purwasari, karena pada tahun 2017 struktural keanggotaan BUMDes di Desa Purwasari masih belum aktif.

Bambang Sono, S.Pd, anggota BPD Desa Purwasari memaparkan, awalnya para pengawas menanyakan dana Bumdes tahun 2017 kepada komisaris yaitu Kepala Desa.

“Menganggapi pertanyaan itu Kepala Desa menyampaikan, bahwa uang tersebut berada di salasatu aparatur desa Berinisial TI sebagai Kaur Keuangan,” jelasnya. 

Setelah di konfirmasi atas keterangan kepada Kepala Desa, TI membenarkan bahwa dia menerima uang dari bendahara desa pada bulan Februari lalu, namun jumlahnya hanya Rp 50 juta dan itu pun sudah tidak utuh lagi.

“Uang yang sekarang ada, hanya tersisa Rp 47 juta, karena yang Rp 3 juta sudah terpakai untuk biaya transportasi desa,” jelasnya.

Kejanggalan makin nampak. Karena semua mengira uang sebesar Rp 47 juta ada pada rekening desa, namun ternyata TI tidak dapat menunjukan di rekening mana uang tersebut disimpan.

Bambang juga menjelaskan, uang yang semula Rp. 80 juta hingga tersisa Rp. 50 juta, ternyata digunakan oleh kepala desa untuk membeli alat pemotong sebesar Rp 22,5 juta dan pembayaran HOK (Hari Orang Kerja) para pekerja yang melakukan rehab kantor desa sebesar Rp 7,5 juta.

Sementara itu ditemui terpisah, Kepala Desa Purwasari, Darus, tidak menampik adanya dugaan tersebut.

Darus membenarkan uang tersebut ada pada TI lewat Bendahara Desa dengan jumlah uang yang utuh sebesar Rp 80 juta dan tidak disimpan di rekening BUMdes karena belum memiliki rekening.

Darus pun membenarkan telah melakukan pembelian mesin potong yang nantinya akan menjadi aset Bumdes dan juga untuk pembayaran HOK (Hari Orang Kerja) rehab desa.

“Kami sedang melakukan tindakan persuasif antara TI dan pihak desa membahas dimana keberadaan sisa uang tersebut,” pungkas nya (Revan/WP)

(Total dibaca 1.581 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan