Polisi Amankan Enam Orang Terlibat Pengeroyokan di Kabupaten Ciamis

0 263

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.  Kepolisian Resort Ciamis, Polda Jabar berhasil mengamankan enam orang terduga pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia yang terjadi di Desa Wanasari, Desa Budiasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Senin (02/09/2019).

Setelah mengetahui  adiknya di aniaya kakak korban Fuad bin Odo Sudarjo melaporkanya ke Polsek Cikoneng . Polisipun bergerak cepat  melakukan penyelidikan dan akhirnya ditemukanlah pelaku utama dalam aksi pengeroyokan yang berujung tewasnya Andi Kuswandi  dalam kejadian itu dan barang bukti berupa botol bekas minuman keras yang dipakai pelaku untuk mengeroyok korban.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan,” Setelah melakukan aksi pengeroyokan yang berujung meninggalnya Andi Kuswandi bin Odo Sudarjo polisi berhasil mengamankan enam orang dan dua diantaranya sebagai pelaku utama”.

Keenam pelaku yang kini sudah diamankan di Polres Ciamis guna proses penyidikan  Dede Rusyana, Jajang Permana, Budi Hartono alias Acong, Febri Sukmawan,  Sodik alias Akung, Dede Mulyana alias Mul.

Lanjut Bismo,” Kejadian itu terjadi pada Kamis 27-08-2019 sekitar jam 23.45 WIB di rumah Neneng Nurjanah yang di duga sebagai pacar korban yang di tinggal suaminya kerja di luar kota”.

“Kejadian itu berawal dari kecurigaan  warga ada perselingkuhan antara korban dan Neneng Nurjanah berstatus bersuami. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dan pada waktu itu ada hiburan dangdut di Dusun Wanasari  warga di pantau keberadaanya, sekitar jam 23.45 wib Neneng meninggalkan tempat dangdutan dan di ikuti oleh korban, keduanya meninggalkan lokasi.

“Neneng Nurjanah pulang masuk pintu depan, sedangkan korban melalui pintu belakang,” ungkapnya.

“Beberapa orang di duga pelaku mencari korban di ruman Neneng dan di temukan di kamar belakang, selanjutnya korban di bawa ke ruang tengah dipukuli Acong, Jajang, Cakung, Dede Mulyana. korban sempat lari ke kamar depan namun tetap di kejar, ketika di dalam kamar depan dipukul lagi oleh Dadang dan febri menggunakan botol bekas minuman keras  hingga korban tak sadarkan diri.

Korban di tolong oleh aparat desa dibawa ke puskesmas sindangkasih selanjutnya di rujuk ke RSUD Tasikmalaya.  

Kamis 29 Agustus 2019 sekitar jam 08.30 WIB korban dinyatakan meninggal dunia, kini pelaku terancam Pasal 170 ayat (1)ke 3e KUHP ancaman 12 tahun Jo Pasal 351 ayat (1) dengan  ancaman 7 tahun. (Dena A Kurnia/WP}.

(Total dibaca 205 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan