Tebang Pohon Tanpa Izin di Perkebunan PTPN VIII Batulawang, Polres Banjar Periksa Puluhan Warga

0 1.298

wartapriangan.com, BERITA BANJAR. Jajaran Polres Banjar, Polda Jabar, melaksanakan Pengecekan Identifikasi terhadap 67 orang, yang melakukan penebangan, atau pengrusakan perkebunan milik PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Batulawang AfdeLing, Mandalareh Kota Banjar, Jumat (30/08/2019).

Ke 67 orang warga tersebut diamankan di Polres Banjar, untuk dilakukan pemeriksaan berita acara, serta pengecekan identifikasi, yang meliputi pengambilan sidik jari, dan pemotretan.

Kapolres Banjar, AKBP., Yulian Perdana, S.I.K., menegaskan, 67 orang warga tersebut diamankan setelah melakukan penebangan pohon milik PT Perkebunan Nusantara VIII Kebun Batulawang, AfdeLing, Mandalare, Kota Banjar, Jawa Barat.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dan sidik jari, kepada 67 orang secara tuntas di Polres Banjar, selanjutnya dikembalikan melalui Camat, dan Lurah setempat, yang sebelumnya ke 67 orang warga manandatangani surat pernyataan, untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum kembali

Penyerahan tersebut dilakukan dalam Forum Rapat Koordinasi, dan Pengaktifan Gugus Tugas Penyelesaian Konflik PTPN VIII Batulawang, dengan Petani penggarap yang dilaksanakan di Aula Setda Kota Banjar, Jawa Barat.

Kapolres menegaskan, akan menindak tegas provokasi yang dilakukan kepada masyarakat.

Ia juga meminta, warga diberikan pemahaman oleh pihak pemerintahan mengenai proses pengarapan sesuai prosedur yang diharapkan oleh PT Perkebunan Nusantara VIII Batulawang, AfdeLing Mandalare, Kota Banjar.

“Mudah mudahan kedepan kita sama-sama memberikan edukasi yang benar, diberi penjelasan tentang masalah yang terjadi dan kami akan proses yang menggerakan warga dan hukum akan ditegakkan kepada siapapun yang melakukan pelanggaran” tegasnya

Setelah dilakukan kesepakatan kemudian dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatan merusak perkebunan dan para petani siap menjalani proses hukum atas perbuatan yang telah lakukan,kegiatan rapat tersebut sebagai penyelesaian masalah antara pihak petani penggarap dan pihak PTPN VIII.

Kapolres berharap, dengan adanya rapat tersebut dapat memberikan edukasi yang benar tentang penjelasan kepada petani agar tidak serta merta memiliki dan menggarap tanah milik PTPN dan tentunya bisa mencegah berita berita Hoax agar tidak terjadi frovokasi untuk melakukan pengrusakan kembali. (Baehaki Efendi/WP)

(Total dibaca 1.213 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan