KPU Ajak Kaum Muda Jadi Penyelenggara Pemilu

0 66

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Banyaknya petugas penyelenggara pemilu dan Badan Ad Hoc meninggal dunia saat melaksanakan tugas pada Pilpres dan Pileg 2019, menjadi evaluasi KPU.

Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Barat Reza Alwan Sopnidar mengatakan, mayoritas petugas KPPS, PPS dan PPK yang meninggal dunia dilatarbelakangi kelelahan dan sakit.

“Kejadian tersebut menjadi evaluasi hal apa yang harus dihindari agar tidak terulang,” kata Reza, disela-sela Sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2019, yang digelar KPU Pangandaran di salah satu hotel Pangandaran, Kamis (29/8/2019)

Reza menambahkan, untuk pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang tentunya kondisinya bakal berbeda dengan Pemilu 2019 lalu.

“Bebannya akan berbeda, kalau Pemilu kemarin menggunakan 5 kotak surat suara, sedangkan Pilkada nanti hanya menggunakan satu kotak surat suara,” tambahnya.

Reza menjelaskan, meski beban pelaksanaan Pilkada mendatang dinilai ringan, namun pada rekrutmen petugas pelaksana dan badan ad hoc harus lebih selektif.

Selain itu, kata Reza, jika Pemilu 2014, syarat menjadi anggota harus berusia minimal 25 tahun dengan pendidikan paling rendah SMP, maka di Pemilu 2019 syarat usia minimal 17 tahun.

“Seleksi kapasitas dan kesehatan petugas pelaksana Pemilu juga harus diutamakan, bukannya menutup peluang bagi kalangan lanjut usia, namun alangkah baiknya jika diisi oleh kalangan muda, aktivis dan mahasiswa yang tidak berpartai politik,” jelasnya.

Reza berharap, minat dari kalangan muda termasuk aktivis dan mahasiswa sangat dinanti agar menjadi nuansa baru dalam melaksanakan pesta demokrasi.

“Jika dilihat di lapangan, petugas penyelenggara Pemilu masih didominasi kalangan orang tua, hal itu terjadi karena minimnya minat generasi muda menjadi petugas penyelenggara Pemilu,” pungkasnya. (IM/WP001)

(Total dibaca 63 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan