MKNU di Pangandaran, Cetak Kader Tangguh dan Militan

0 315

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata membuka secara resmi kegiatan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) PCNU Kabupaten Pangandaran, Tahun 2019, yang dilaksanakan di Yayasan Bani Husen Prembun, Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Selasa 27 Agustus 2019.

Ketua PCNU Kabupaten Pangandaran, Fauzan Aziz Muslim menyampaikan, MKNU ini baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran dan merupakan sarana kaderisasi yang wajib diikuti para pengurus NU.

Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Pangandaran ini, kata Fauzan, diikuti 200 orang yang berasal dari pengurus PCNU, Banom dan MWCNU

“NU dituntut peranannya dalam menjaga NKRI, maka kadererasi merupakan syarat mutlak sebagai pengurus. Ini akan membuktikan keseriusan menjadi pengurus NU,” ungkapnya.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso yang hadir dalam kegiatan ini mengaku bangga dapat bersilaturahmi dengan keluarga besar NU.

“Saya bangga dapat hadir di tengah-tengah para penjaga NKRI. NU yang berdiri pada 31 Janurari 1926 adalah organisasi yang telah teruji nasionalisme nya sejak sebelum kemerdekaan hingga saat ini,” kata Bismo.

Kapolres pun mengajak keluarga besar NU bersama TNI, Polri dan seluruh warga bangsa, untuk tetap menjaga keutuhan NKRI.

Bismo pun mengingatkan jangan seperti negara lain yang terpecah dan penuh konflik karena tidak dapat menjaga toleransi.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyampaikan ada dua hal yang membuat dirinya selaku kepala daerah harus berterima kasih kepada NU.

Pertama soal pendidikan keagamaan yang dilakukan para ulama, kyai dan ustad NU sampai pelosok kampung. Sehingga masyarakat dapat menyerap dan meningkatkan pengetahuan keagamaan.

“Apa yang dilakukan para ulama, kyai dan ustad NU tersebut sebenarnya menjadi kewajiban pemerintah. Maka saya betul-betul berterimakasih,” kata Jeje.

Selanjutnya secara politis, adanya NU di Pangandaran begitu besar perannya dalam menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat, sehingga toleransi tetap terjaga.

Maka Dia berharap, melalui kegiatan kaderisasi ini akan mencetak dan membentuk kader-kader NU yang berkualitas dan tetap mampu menjaga NKRI. “NU adalah salasatu penjaga kedaulatan persatuan dan keutuhan NKRI,” tegas Jeje.

Dia pun berharap, para kader NU dapat terus mengikuti dan menyesuaikan pada kemajuan teknologi era 4.0 dengan peningkatan SDM. Sehingga keluarga besar NU tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. (IM/WP001)

(Total dibaca 304 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan