Serukan Persatuan, Kapolres Ciamis Temui Pelajar Papua di Pangandaran

0 247

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso menemui pelajar asal Papua yang sedang menuntut ilmu di SMK Bhakti Karya, di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Pertemuan dilakukan di sebuah rumah makan, di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Selasa (27/8/2019).

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso menyampaikan, tujuan silaturahmi ini untuk mengajak semua warga bangsa, meneguhkan diri sebagai satu kesatuan dalam bingkai persaudaraan NKRI.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres meyakinkan para pelajar asal Papua bahwa masyarakat sangat toleran serta berpesan agar tidak mudah terprovokasi terhadap isu-isu yang tidak benar.

“Selama berada di Pangandaran, agar belajar yang baik dan yakinkan diri bahwa kita semua bersaudara. Meski berbeda suku, ras, agama, maupun warna kulit kita tetap warga Indonesia,” kata Kapolres Ciamis di hadapan para siswa asal Papua disela-sela makan bersama.

Dirinya mengajak, agar para siswa dapat bersama-sama menjaga kondusifitas, agar tercipta rasa aman dan kenyamanan. Oleh sebab itu, jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berpotensi memecah-belah persatuan.

“Mari kita jaga kondusifitas negeri tercinta ini. Siapapun warga negara bangsa Indonesia memiliki hak sama di bumi pertiwi, termasuk warga Papua berhak untuk mengabdi dan membangun negeri ini dimanapun,” ungkapnya.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menuturkan, bahwa perbedaan latar belakang pendidikan, suku, agama dan lainnya diberi kesempatan yang sama oleh pemerintah untuk bersama-sama membangun negeri.

“Artinya kesempatan yang sama pula bagi generasi muda dari Papua untuk maju, berkarya dan memimpin di wilayah Indonesia,” kata Bupati.

Ditempat terpisah, Pengasuh Ponpes Riyadussalikhin Pangandaran KH. Luthfi Fauzi SHi. MM menyampaikan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menciptakan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.

“Semua itu agar kita saling mengenal satu sama lain, agar mendapatkan pengetahuan, saling menghargai dan menghormati, bisa bekerja sama, saling tolong-menolong dan banyak hal lainnya. Itu semua merupakan karunia kepada kita semua,” ungkap Luthfi.

Dia menegaskan, umat muslim itu sangat toleran dan menghormati perbedaan. Islam itu menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia.

“Maka, saya bangga ada pelajar dari Papua yang sedang menuntut ilmu di Pangandaran. Ini membuktikan kebhinenkaan dan masyarakat Pangandaran sangat toleran,” ungkapnya.

Luthfi pun mengajak semua warga masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. (IM/WP001)

(Total dibaca 234 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan