Bawa Kabur Gadis di Bawah Umur, Remaja di Tasikmalaya Berurusan dengan Polisi

0 4.005

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seorang pria berinisial YS (18) warga Kampung Singasari, Desa Cikubang, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, harus berurusan dengan polisi setelah membawa kabur dan mencabuli gadis yang masih di bawah umur berinisial AM (14).

Korban jatuh dalam tipu daya pelaku yang berjanji akan menikahi dan mencarikan pekerjaan.

Kejadian tersebut terungkap saat pihak polisi mendapat laporan dari orang tua korban, bahwa sejak Minggu (18/8/2019), anaknya gadisnya tidak kunjung pulang. Saat itu korban pamit untuk main keluar rumah.

Namun ternyata malah pergi dengan pelaku. Setelah beberapa hari tidak kunjung pulang, akhirnya orang tua korban melaporkan ke Polres Tasikmalaya.

 “Setelah mendapatkan laporan dari orang tua korban, kami langsung memburu dan menangkap YS di Kuningan,” kata Plh Kapolres Tasikmalaya AKBP Sunarya.

Sunarya menjelaskan, awal kejadian korban dan pelaku janjian, kemudian pelaku membawanya ke Kuningan, Jawa Barat. Namun setelah lima hari korban dan pelaku tak kunjung pulang, hingga akirnya keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polres Tasikmalaya.

“Korban bersedia diajak pelaku karena diiming-imingi akan mencarikan pekerjaan untuknya. Korban tergiur dan akhirnya mau diajak pelaku ke Kuningan selama 5 hari. Di Kuningan, pelaku menyetubuhi korban di kontrakan temannya,” katanya.

Di hadapan Penyidik pelaku mengaku perbuatanya itu dilakukan karena hubungannya tak direstui orang tua korban.

Diakui pelaku, dirinya membawa korban ke Kuningan menggunakan bus Budiman di Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya.

“Dari rumah naik motor korban. Sampai di kota, motor korban dititip di teman korban. Lalu korban dibawa naik bus ke Kuningan, untuk diajak berjualan makanan fried chicken di Kuningan,”jelasnya.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatan YS kini mendekam di Sel Tahanan Mapolres Kabupaten Tasikmalaya serta dijerat dengan pasal 332 KUHPidana dan atau pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman kurungan paling rendah 5 tahun dan paling lama 15 tahun atau denda paling banyak 5 miliar. (AAF/WP003)

(Total dibaca 3.437 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan