Inovasi Mahasiswa Unigal Atasi Sampah

1 226

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.  Mahasiwa Universitas Galuh Ciamis yang tergabung dalam KKN Priode II Nasol dalam program kerjanya membuat terobosan dan inovasi yaitu dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak yang bertempat di Gedung Pendopo Desa Nasol, Selasa(20/08).

Dalam sambutannya panitia pelaksanaan kegiatan Encep Ma,ruf mutakin mengatakan,”Saat ini sampah merupakan bagian dari pekerjaan penting bagi pemerintah untuk segera diselesaikan serta memberikan solusi agar warganya bebas dari bau tak sedap yang diakibatkan dari polusi sampah”.

Lanjut Encep,”Saat ini kondisi sampah baik sampah organik maupun non organik masyarakat di himbau untuk memisahkan dalam pembuangannya saja padahal menurutnya sampah masih ada nilai manfaatnya jika di lakukan dengan ke ilmuan”.

Dalam sambutannya Kasi pemerintahan Desa Nasol Abdul latif mengucapkan terimaksih kepada KKN Unigal Priode II Nasol yang telah melaksanakan pelatihan tentang sampah.

Menurutnya sampah menjadikan problem bukan hanya di wilayahnya saja tapi di negara yang kita cintai ini juga sama menjadi problem,karena saat ini sampah yang di buang oleh masyarakat hanya di bakar dan di buang sembarangan seperti ke selokan dan lain sebagainya.

Hal tersebut dapat di lihat dikala ada kegiatan yang bersifat besar seperti seusai pelaksanaan jalan sehat, selesai upacara HUT RI di lapangan,sampah banyak berserakan dan solusi yang selama ini di lakukan yaitu dengan cara di bakar,”tuturnya.

“Di harapkan dengan adanya kegiatan ini dapat membawa manpaat bagi masyarakat kepada masyarakat yang hadir silahkan cerna dan pahami untuk selanjutnya diamalkan,”pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut salah satu motivator KKN Nurjaman mengatakan,”Sampah saat ini hanya dibakar dan di buang begitu saja,dalam satu minggu saja sudah berapa gram plastik di buang oleh masyarakat apalagi dalam satu bulan dan satu tahun mungkin kiloan gram sampah di buang”.

Lanjut Nurjaman,”Sampah adalah suatu bahan yang terbuang dari sumber aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis”.

Sampah di bagi menjadi 5 bagian

1.Sampah basah (garbage) yaitu sampah organik yang mudah busuk(degradable) seperti sisa makan

2.sampah kering (rubbish) yaitu sampah anorganik yang tidak mudah busuk (undegradable) seperti plastik.

3.Sampah lembut yaitu yang merupakan partikel partikel ukuran kecil,ringan dan mudah diterbangkan, berbentuk debu dan abu.

seperti hasil pembakaran kertas sehingga berdampak pada lingkungan seperti gangguan  pernapasan.

4.Sampah besar (bulky waste) yaitu sampah yang berukuran besar,seperti bekas kursi plastik, bekas furnitur dan bekas meja.

5.Sampah berbahaya (hazardous waste) sampah yang berbahaya baik bagi manusia, binatang maupun tumbuhan, seperti contoh sampah bekas bahan beracun, sampah bekas letusan petasan dan sampah bekas letusan nuklir,” terangnya.

“Dari pemaparan di atas sampah di kelompakan menjadi  lima jenis  yaitu sampah dari kegiatan rumah tangga, sampah dari kegiatan perdagangan, sampah dari hasil industri dan sampah yang berasal dari binatang mati,”jelasnya.

“Jika sampah tidak dikelola dengan baik maka dampak dari keberadaan sampah akan berakibat seperti polusi udara, kontaminasi pada air,penyumbatan saluran air dan longsoran sampah,”paparnya.

“Setelah mengetahui tentang dampak sampah yang akan membahayakan kita semua, dari itu dirinya ingin sedikit berbagi pengalaman ilmu bahwa solusi terhadap penanganan sampah selain di daur ulang menjadi kerajinan,penangan sampah juga bisa di lakukan yaitu dengan cara memanfaatkan sampah tersebut khusus di sampah plastik menjadi bahan bakar minyak,”jelasnya.

Kendati demikian hasil dari teori ini bisa bermanpaat bagi warga Desa Nasol dan selanjutnya kepada pemerintah,Ia berharap melakukan kajian dari segi dampak dan bahaya dari pemanpaatan  sampah plastik yang di olah menjadi bahan bakar minyak,”harapnya.

Rudi (30) sebagai Kepala Dusun Babakan mewakili masyakatnya mengapresiasi kegiatan yang di lakukan Mahasiswa KKN II Nasol Unigal Ciamis, diakuinya pola dalam membuang sampah yang terjadi saat ini di masyarakatnya hanya di bakar begitu saja dan ada juga yang membuang sampah sembarangan seperti ke selokan dan lainya.

“Di harapkan dengan ilmu yang di sampaikan oleh para mahasiswa KKN Unigal ini,dapat membawa manfaat bagi warganya dan Insya Alloh dari pemaparan pemateri tadi akan di implentasikan di masyarakat,”pungkasnya. (DAK/WP002).

(Total dibaca 137 kali. Dibaca hari ini 1 kali)
1 Komentar
  1. ebu berkata

    mantap!

Balas Untuk ebu
Batal Balas

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan