Ratusan Taruna dan Alumni AKMI Suaka Bahari Cirebon Gelar Baksos di Pangandaran

0 102

wartapriangan.com. BERITA PANGANDARAN. Ratusan taruna dan alumni AKMI Suaka Bahari Cirebon berbagi bahagia dengan pemberian santunan dan pembagian sembako gratis kepada masyarakat yang tidak mampu, Sabtu (17/8/2019).

Kegiatan bakti sosial tersebut disambut antusias oleh masyarakat Pangandaran. Santunan diberikan kepada anak yatim diikuti 25 orang yang berasal dari Desa Babakan.

Pemberian secara simbolis dilakukan oleh Direktur AKMI Suaka Bahari Cirebon, Asep Rahmat, SH, MM, kemudian dilanjutkan para taruna menyerahkan santunan.

Usai acara pemberian santunan anak yatim, rombongan taruna peserta touring bergerak ke Lapang Merdeka untuk mengikuti upacara bendera bersama masyarakat. Setelah upacara dilanjutkan pembagian sembako gratis kepada masyarakat tidak mampu, bertempat di Pasar Wisata Pangandaran.

Menurut Ketua Alumni AKMI Suaka Bahari, Korwil Ciamis -Pangandaran, Capt. Zaeni Dahlan, M.Mar, kegiatan santunan dan pembagian sembako ini sangat berkesan bagi masyarakat Pangandaran. Para alumni yang di Pangandaran mengucapkan banyak terimakasih kepada pimpinan AKMI Suaka Bahari yang telah menjadikan Pangandaran sebagai lokasi bakti sosial.

“Kami berharap ke depan, AKMI Suaka Bahari semakin dikenal oleh masyarakat Pangandaran. Kami ingin selalu berpartisipasi dalam kegiatan di daerah setempat,” ujar Zaeni.

Hal yang sama disampaikan Komandan Batalyon (Danyon) Taruna Madya AKMI Suaka Bahari Cirebon, angkatan 31, Al -Farabi Prayoga, AH, kegiatan pemberian santunan dan pembagian sembako ini adalah wujud kepedulian para taruna dan civitas akademika AKMI Suaka Bahari.

“Kami berharap semoga kegiatan bakti sosial ini diterima masyarakat setempat. Semoga AKMI Suaka Bahari makin jaya di tingkat nasional maupun internasional,” tambah Al-Farabi.

Pengurus Komunitas Peduli Anak Yatim Desa Babakan, Haryati Sri Pujihastuti, mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas perhatian keluarga besar AKMI Suaka Bahari Cirebon. Santunan ini setidaknya bisa menjadi motivasi dan semangat bagi anak yatim.

“Jumlah anak yatim yang belum tertampung di yayasan yatim masih banyak. Kami menghimpun mereka dalam sebuah komunitas dengan kemampuan orang dekat saja. Ada suami dan bu Irma yang mendukung langkah kami, ” ujar Haryati. (NZ/WP003)

(Total dibaca 89 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan