Modus Baru Pengiriman Narkoba di Tasikmalaya Terungkap, Pengedarnya Diringkus Polisi

0 1.729

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seorang Pria berinisial R, warga Sindangsari, Desa  Pancawangi, Kecamatan Pancatengah, harus berurusan dengan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kabupaten Tasikmalaya, karena nekat mengedarkan obat terlarang.

Tak ranggung tanggung, Polisi berhasil menyita 2.000 butir pil Hexymer dari tangan pria muda ini.

Modus pelaku terbilang nekat, dengan memanfaatkan jasa pengiriman. Selain itu transaksipun dilakukan melalaui online, dan pelaku tidak berhubungan dengan penjualnya.

Dalam siaran persnya, Plh Polres Tasikmalaya AKBP Sunarya mengatakan, terbongkarnya pengiriman Hexymer bermula dari laporan kantor pusat salah satu ekpedisi. Dari hasil penyelidikan, pelaku ditangkap saat baru keluar dari cabang jasa pengiriman.

“Kasus ini terbongkar setelah ada laporan dari kantor pusat jasa pengiriman akan adanya barang mencurigakan yang dikirim kepada pelaku. Saat kita gerebek ternyata benar ditemukan hexymer” ungkapnya, Kamis (15/8/2019).

Lebih lanjut Sunarya menuturkan, pembelian obat terlarang melalui jasa pengiriman merupakan modus baru di Tasikmalaya.

“Sejauh ini, kebanyakan pembeliam dilakukan dengan saling bertemu antara penjual dan pembeli. Ini modus cukup baru, dipesan lalu dikirim melalui paket. barang dari wilayah Jakarta,” imbuh AKBP Sunarya.

Menurutnya, pelaku membeli Hexymer dalam jumlah banyak untuk dijual kembali dengan harga Rp. 15 ribu per dua butir. Sementara untuk satu box atau sekitar 1.000 butir dijual dengan harga Rp. 900 ribu.

“Sasaran penjualanya kepada para remaja dan pelajar. Ini tentu membahayakan. Kami mengimbau kepada remaja untuk menjauhi obat-obatan terlarang karena akan merusak masa depan.”tandasnya. (AAF/WP003)

(Total dibaca 1.557 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan