Kemarau Panjang, Perhutani Ciamis Antisipasi Kebakaran Hutan

0 48

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.  Hutan pinus dan jati yang di kelola Perum Perhutani  Ciamis sangat luas sekitar 29.000 hektar tentunya memerlukan perhatian yang extra untuk antisipasi kebakaran di musim kemarau ini.

Hutan itu terbentang dari di gunung Syawal hingga Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran dengan luas tersebut tentunya dibutuhkan upaya-upaya agar kebakaran hutan tidak terjadi seperti yang di ungkapkan  Administratur Perum Perhutani KPH Ciamis Agus Mashudi. “Beberapa cara yang cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau menanggulangi kebakaran hutan dan lahan antara lain:

1.Memperhatikan wilayah hutan dengan titik api yang cukup tinggi yang dapat memicu terjadinya             kebakaran hutan.

2.Tidak membuka lahan atau perkebunan dengan cara membakar hutan.

3.Tidak membuang puntung rokok secara sembarangan di hutan.

4.Tidak meninggalkan api unggun dalam hutan. Api unggun harus dipadamkan terlebih dahulu jika ingin meninggalkan hutan.

5.Melakukan patroli hutan secara berkala untuk mengecek kondisi hutan.

6.Melakukan pemotretan citra secara berkala terutama di wilayah dengan titik api yang tinggi.

7.Menyediakan mobil pemadam kebakaran yang siap untuk digunakan.

8.Apabila terjadi kebakaran hutan berskala kecil, maka lakukan penyemprotan secara langsung ke daerah yang terbakar.

9.Jika kebakaran terjadi dalam skala besar, maka lakukan penyemprotan air dari udara menggunakan helikopter juga membuat hujan buatan”.

 “Pemerintah pusat sangat serius dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan sangat di perlukan mitigasi sehingga kita bisa antisipasi.”kata Agus.

Lanjut Agus,” Hutan yang kita kelola ada hutan produksi dan ada hutan lindung,di daerah hutan produksi kebakaran hutan dan lahan ada dua macam, ada yang di sengaja dan ada yang tidak. Contoh yang di sengaja untuk pembersihan lahan yang paling mudah dan murah itu di bakar dan itu sering di lakukan masyarakat,makanya kita himbau tidak boleh melakukan pembakaran baik itu persiapan lahan atau pun pasca panen”.

“Selain itu juga perburuan dengan maksud menggiring hewan buruan, memecah konsentrasi petugas,membakar untuk menumbuhkan rumput setelah tumbuh rumput baru bisa di manfaatkan untuk pakan ternak,” ujarnya.

Masih menurut Agus,”Ketidak sengajaan itu karena kelalaian, seperti membuang puntung rokok yang masih menyala,orang mencari madu dengan pengasapan”.

“Jangan membakar sampah sembarangan di musim kemarau apalagi cuaca panas seperti ni di tambah tiupan angin,api cepat mejalar,” pesannya.

“Kebakaran lahan dan hutan tidak bisa kita tangani sendiri tentunya butuh partisipasi pihak lain dan masyarakat harus sinergi”.pungkasnya. (DAK/WP002).

(Visited 44 times, 1 visits today)

Leave A Reply

Your email address will not be published.