Distan Tasikmalaya Sebut Sapi Pemakan Sampah TPA Tak Layak Dijadikan Hewan Kurban!

0 209

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban, Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap praktik penjualan sapi pemakan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena kandungan logam timbal (Pb) sapi cukup tinggi.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya Zulyaden mengakui pihaknya tidak bisa membatasi peredaran sapi sampah di Kota Tasikmalaya, karena secara kasatmata tidak ada bedanya dengan sapi lainnya dan baru ketahuan jika dagingnya diperiksa dengan intensif.

“Jika warga akan berkurban dengan sapi sampah sebaiknya di karantina dahulu antara 3-6 bulan, untuk menormalkan kembali zat – zat yang ada di tubuhnya,” ujar Zulyaden, Kamis(08/08/2019).

Zulyaden menghimbau, agar selektif saat membeli hewan kurban, terutama untuk sapi, dengan meminta surat keterangan yang menyatakan hewan tersebut sehat.

Di Kota Tasikmalaya sendiri, ratusan sapi yang dibesarkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir Tamansari, sehari-harinya mengkonsumsi sampah yang sudah menyatu dengan berbagai zat berbahaya seperti timbal serta bakteri eqoli.

Di temui Wartawan Di TPA Ciangir Tamanasari, Kota Tasikmalaya, salah seorang pemilik sapi, Suryo, mengaku, menjelang idul adha harga sapi sampah naik di kisaran Rp. 20 hingga Rp. 23 juta perekornya atau naik sekitar Rp. 3 juta dari tahun sebelumnya.

“Kalau sapi di sini, memang biasa digembala dan makan sampah. Hanya kadang-kadang diberikan rumput,” terangnya. (AAF/WP003)

(Visited 171 times, 1 visits today)

Leave A Reply

Your email address will not be published.