Terbakar Api Cemburu di Balik Temuan Jasad Wanita Nyaris Jadi Tulang Belulang.

0 324

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Kisah asmara diduga melatar belakangi pembunuhan Rosita warga Randukurung Desa Sukasenan, Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut.

Mereka merupakan pasangan kekasih, pelaku  bernama Suwarno yang  terbakar api cemburu sehingga gelap mata dan menghabisi rosita dengan cara dicekik.

Setelah tewas pelaku meninggalkan begitu saja mayat korban di kebun hingga akhirnya diketahui warga.

Pengungkapan bermula dari adanya laporan dari Ai Rita warga Randukurung Desa Sukasenang,Kecamatan Bayongbong ,Kabupaten Garut yang kehilangan anaknya,saat mencocokan ciri-cirinya, ternyata ciri sesuai dengan hasil otopsi pihak kepolisian terhadap kerangka korban.

Berdarsarkan laporan tersebut Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya bersama Polsek Cigalontang akirnya  berhasil mengungkap pembunuhan terhadap seorang janda anak satu  yang merupakan kekasih Pelaku.

Mayat Rosita yang sudah menjadi tulang benulang di kebun milik warga Cikupa Desa Sirnagalih, Kamis (20/6/2019) lalu. 

Dalam siaran Persnya Plh Kapolres Tasikmalaya AKBP Sunarya, Rabu(07/08/2019) mengatakan,”Paska penemuan, kita sebar melalui media sosial dan pemberitaan yang meluas. Hasilnya, ada keluarga dari Garut yang melaporkan kehilangan anak waktu pencocokan ciri-ciri ternyata cocok, ” paparnya.

Setelah mengantongi identitas korban, lanjut Sunarya, petugas kepolisian langsung bergerak mencari pelaku. Akhirnya kecurigaan mengarah pada Suwarno Jamintun warga Cigandok, Desa Karyamekar Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut yang merupakan pacar korban.

Dihadapan petugas, Suwarno mengakui telah menghabisi nyawa pacarnya bernama Rosita karena terbakar api cemburu. Suwarno membunuh kekasihnya yang dikenal melalui radio itu dengan cara dicekik hingga tewas. Suwarno terbakar api cemburu karena saat keduanya bertemu, rosita mendapatkan telepon dari laki-laki yang merupakan mantan suaminya.

Untuk Mempetangung Jawabkan Perbuatanya saat ini Suwarno harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Kabupaten Tasikmalaya  dan diancam pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.(AAF/WP003).

(Visited 258 times, 1 visits today)

Leave A Reply

Your email address will not be published.