Masuk Daerah Rawan Gempa dan Tsunami, Pangandaran Hanya Miliki 2 Pendeteksi yang Berfungsi

0 598

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Wilayah pantai di Kabupaten Pangandaran, merupakan daerah rawan gempa dan tsunami karena berada di antara lempengan Indo-Australia yang memiliki potensi megathrust. Namun, dari 14 alat pendeteksi dini atau early warning system (EWS) yang ada, hanya dua yang masih berfungsi.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena, wilayah pantai di Kabupaten Pangandaran mencapai panjang 91 kilometer, yang dihuni sekitar 30 ribu penduduk.

Nana Ruhena menyampaikan, dari 14 EWS, ada dua alat EWS yang masih berfungsi yaitu di Plaza Telkom Jalan Kidang Pananjung dan di perumahan nelayan Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi. Sedangkan, 12 EWS lainnya dalam kondisi rusak.

Nana menambahkan, satu EWS bisa menjangkau hingga dua kilometer, yang akan mengeluarkan bunyi peringatan saat ada gempa yang berpotensi tsunami.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan sepanjang pantai di Pangandaran. “Bila dihitung berdasarkan panjangnya dan hunian penduduk, maka seharusnya di Pangandaran terpasang sebanyak 30 EWS,” ujarnya. 

Nana mengatakan, kekurangan sebanyak 28 EWS pun sedang dalam pengajuan ke pemerintah pusat. (IM/WP001)

(Visited 577 times, 1 visits today)

Leave A Reply

Your email address will not be published.