Naiknya Tarif PDAM Tirta Galuh Ciamis Di Keluhkan Masyarakat Menengah Ke Bawah

0 116

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.  PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Ciamis, Ridwan Farid (Wakil Ketua III) menilai bahwa kenaikan tarif PDAM di keluhkan masyarakat menengah ke bawah.

Ridwan mengatakan,”Sebagian besar masyarakat mengeluh mengenai kenaikan tarif PDAM Tirta Galuh, masyarakat hanya bisa pasrah dengan adanya kebijakan itu.”

Jelasnya lagi menurut Ridwan ini “jadi sebelum menaikkan tarif, PDAM ini memberikan pemasangan jalur air secara gratis kepada masyarakat dengan dalih ini adalah bagian dari program PDAM, seperti di daerah Cikoneng yang baru memasang saluran dari PDAM”, ungkapnya.

Sebelum kenaikan tarif, pada bulan Juni PDAM Tirta Galuh menggratiskan pemasangan jalur PDAM ke rumah-rumah warga, seperti di kecamatan Cikoneng.

Menurut salah satu pegawai dari PDAM” Bagi masyarakat siapa saja yang mau pakai air dari PDAM akan kami pasang hingga ke rumah-rumah dan gratis tanpa biaya sepeserpun, karena ini adalah program PDAM Ciamis”, ucapnya.

Namun setelah di pasangnya jalur PDAM secara gratis ini pihaknya langsung menaikan tarif PDAM. Adapun tarif tersebut yang saya baca dibagi menjadi tiga pelanggan kelompok I (soSial umum A dan sosial umum B), kelompok II ( rumah tangga 1, rumah tangga 2, rumah tangga 3, niaga kecil dan instansi pemerintahan), dan kelompok III (niaga sedang/industry kecil, niaga besar dan industri besar).

Contohnya seperti, tarif untuk rumah tangga 1 (RT 1) untuk penggunaan di bawah 10 m3 semula Rp 29.000 naik menjadi  Rp 34.500 serta penggunaan di atas 10 m3 semula Rp 3.900/m3 naik jadi Rp 4.600/m3.

“Kenaikan tarif ini dibilang cukup besar untuk masyarakat kecil, seharusnya pihak PDAM atau direktur perusahaan PDAM Tirta Galuh bisa mempertimbangkan tarif untuk masyarakat menengah ke bawah, sehingga kenaikan tarif berapapun akan di tanggapi dengan baik, terus jangan membodohi masyarakat dengan dalih seperti pemasangan saluran PDAM adalah salah satu program padahal satu bulan ke depan tarif pembayaran akan di naikan.

Apalagi fakta pas kejadian kebakaran di Pasar Ciamis, ketika membuka saluran PDAM air nya kosong, artinya pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat sangat kurang, saya harap untuk pelayanan juga di maksimalkan, jangan sampai ada kejadian seperti itu lagi. Intinya Kasihan masyarakat kecil bertambahnya beban biaya, harus bayar listrik lah, pajak dan sebagainya. Katanya dari 2014 belum ada kenaikan tarif, padahal kita tau, banyak juga di media, 2018 pun ada kenaikan tarif di PDAM Ciamis.

apalagi kan PDAM juga mendapatkan alokasi penyertaan modal dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), artinya ada uang rakyat juga disana, ungkap Ridwan. (HRN/WP003).

(Total dibaca 96 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan