KPU Pangandaran Gelar Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu 2019, Ini Tujuannya

1 52

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran menggelar Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilihan Umum Tahun 2019, di Hotel Grand Mutiara, Jl. Pamugaran No.145. Bulak Laut Pangandaran.

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, saat membuka rapat evaluasi tersebut menuturkan, sesuai dengan amanat Peraturan KPU RI, setelah pelaksanaan pemilihan umum serentak 2019, selanjutnya harus diadakan evaluasi fasilitasi kampanye.

“Evaluasi ini digelar agar dapat menjadi koreksi dan perbaikan, guna penyelenggaraan dan pelaksanaan pemilihan umum yang lebih baik lagi ke depannya,” tutur Muhtadin.

Muhtadin menyampaikan bahwa , setelah beberapa hari lalu dilaksanakan Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum dan Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pangandaran Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019. Selanjutnya KPU RI mengamanatkan agar mengadakan evaluasi dan perbaikan fasilitasi kampanye yang telah dilakukan.

“Dengan dilaksanakannya evaluasi fasilitasi kampanye ini dimaksudkan agar ke depan dapat terlaksana lebih baik lagi,” katanya.

Apalagi, kata Muhtadin, Pangandaran akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2020 mendatang. “Nantinya dari hasil rapat evaluasi ini akan dinotulenkan dan menjadi rekomendasi dan dilaporkan ke KPU Jabar,” terang Muhtadin.

Rapat evaluasi dipandu langsung oleh Komisioner KPU Pangandaran Divisi Parmas, Maskuri Sudrajat, yang menekankan pada fasilitasi kampanye, dengan titik tekannya ada pada alat peraga kampanye khususnya spanduk, baliho dan umbul umbul.

Maskuri menambahkan, tujuan diadakannya rapat evaluasi yakni mendapatkan masukan dan perbaikan terkait dengan fasilitasi kampanye yang telah diselenggarakan, agar kedepan dapat terlaksana dengan lebih baik.

“Oleh karenanya, nanti kami akan mempersilahkan untuk menyampaikan segala hal mengenai kampanye agar menjadi perbaikan, dan selebihnya bisa menyampaikan melalui keras yang kami bagikan,” ujarnya. 

Sementara, pada kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, melalui Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Pangandaran Gaga Abdillah Sihab, menyampaikan,
bagi Bawaslu sukses pemilu bukan berarti tanpa catatan, yang harus menjadi bahan evaluasi pada pemilu mendatang.

Gaga juga menyampaikan, data invertarisir masalah yang menjadi catatan Bawaslu, diantaranya kekurangan pemahaman peserta pemilu dalam pemasangan APK, terjadi pemasangan APK ditempat yang tidak diperkenankan dan penambahan titik pemasangan APK diluat tempat yang diperbolehkan.

“Selanjutnya tercatat terlambatnya aturan terkait penetapan desain APK, kurang jelasnya aturan terkait reklame bilboard, sebagian wilayah penentuan zonasi pemasangan APK kurang koordinasi dengan pemerintah setempat, serta ada aturan yang abu-abu terkait materi kampanye di APK,” ungkap Gaga.

Selain itu, ujar Gaga, lamanya waktu tahapan kampanye juga menjadi kendala dan menimbulkan perselisihan antar peserta. Pemasangan apk di wilayah privat aturannya juga ambigu atau abu-abu.

“Dan terakhir, kurang jelasnya ukuran minimal APK, yang ada hanya ukuran maksimal. Sehingga membingungkan peserta pemilu,” tandasnya. (IM/WP001)

(Total dibaca 42 kali. Dibaca hari ini 1 kali)
1 Komentar
  1. […] Artikel ini dikopi dari sumber yang dapat dikunjungi disini […]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan