Jadi Polemik, Titipan Sumbangan Pendidikan di SMPN 1 Banjarsari Dikembalikan!

0 323

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Dana titipan sumbangan pendidikan SMP Negeri 1 Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, menuai polemik di kalangan orang tua siswa. Pasalnya dana tersebut dirasa terlalu membebankan orang tua siswa

ucapan penghargaan

Besar dana titipan sumbangan tersebut berkisar dari Rp. 250 ribu hingga Rp. 1 juta setiap siswa. Orang tua siswa pun protes dan mengajukan keberatan.

Menanggapi protes tersebut, akhirnya pihak sekolah mengundang orang tua siswa untuk mengembalikan dana tersebut. Pengembalian Dana Titipan Sumbangan Pendidikan, berlangsung di salasatu ruangan sekolah, Kamis (25/07/2019).

Dayat (50), orang tua siswa mengatakan, sangat menyesalkan adanya penitipan dana yang belum jelas peruntukannya. Apalagi pihak sekolah enggan memberikan penjelasan.

“Saya selaku orang tua siswa yang sehari-hari bekerja sebagai kuli, jelas merasa keberatan kalau ada pungutan sebesar itu. Saya tercengang ketika melihat orang tua siswa ada yang titip hingga Rp. 1 juta. Artinya biaya masuk sekolah SMPN 1 Banjarsari lebih dari satu juta” kata Dayat.

Dayat menyesalkan, karena pihak sekolah mengaku belum menganjurkan soal dana sumbangan sekolah dengan dalih belum rapat komite, namun ternyata mau menerima sumbangan tersebut.

Kepala SMPN 1 Banjarsari, Drs Alipin mengakui, ada dana titipan dari orang tua siswa yang jumlahnya berpariatif.

Sehubungan belum ada rapat komite dan orang tua siswa maka dana tersebut dikembalikan.

Adapun nantinya sudah ada rapat dan muncul kebutuhan sekolah maka uang tersebut harus di bayarkan kembali ke sekolah.

“Selain itu kami akui dalam hal ini terjadi mis komunikasi antara orang tua siswa. Mereka mengira pihak sekolah sudah melakukan rapat komite, sehingga mereka mau nenitipkan uang ke pihak sekolah,” jelas Alipin.

Hal yang sama di katakan Ketua Komite, Dede Sarto. Dia menjelaskan, sampai saat ini komite belum mengadakan rapat, apalagi menentukan anggaran kebutuhan sekolah.

“Adapun ada orang tua siswa yang menitipkan itu hak mereka, yang penting sekolah tidak menganjurkan,” kata Dede. (KUS/WP003)

(Visited 294 times, 1 visits today)

Leave A Reply

Your email address will not be published.