Polres Ciamis, Ringkus Tiga Pengedar Narkoba dan Satu Penyalur Miras Oplosan

0 93

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Satuan Narkoba Polres Ciamis, menangkap tiga pengedar narkoba dan satu penjual miras oplosan jenis ciu. Mereka ditangkap di sejumlah lokasi yang berbeda.

Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bismo Teguh Prakoso, menyampaikan, untuk kasus narkoba, pelakunya adalah IPS (18) warga Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, AWG (36) warga Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya dan DA (43) warga Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

“Dari tangan IPS, Polisi menyita barang bukti sebanyak 50 butir hexymer dan uang tunai sebesar Rp. 125.000, hasil penjualan.

Pelaku dijerat pasal 196 jo pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun,” jelas Bismo, saat Konferensi Pers di Mapolres Ciamis, Selasa (23/07/2019).

Selanjutnya, kata Kapolres, dari tangan AWG, Polisi menyita barang bukti sebanyak lima butir pil ekstasi warna hijau di masukkan ke dalam plastik klip dan dililit menggunakan lakban warna hitam.

“Pelaku dijerat dengan pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun,” terangnya.

Sementara dari tangan DA, menurut Bismo, barang bukti yang diamankan adalah satu buah bungkus rokok yang berisi 50 butir psikotropika jenis Aprazolam 0,5 gram merk Xanax dan tujuh butir psikotropika jenis Nitrazepam merk Dumolid 5 mg.

“Pelaku dijerat pasal 62 UU RI No. 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun,” ujarnya.

Sedangkan dari pelaku AS (24) warga Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Polisi menyita barang bukti berupa enam dus yang berisi 73 botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter dan dua dus yang berisi 52 botol bekas air mineral ukuran 600 ml yang berisi minuman keras oplosan jenis ciu.

Menurut Bismo, pelaku membeli ciu 8 dus ukuran besar maupun kecil dari Solo dengan harga Rp.1,5 juta dan dijual kembali seharga Rp. 4 juta dengan keuntungan Rp. 2.5 juta dan sudah di lakukan oleh pelaku selama 5 bulan.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 204 ayat (1) KUHPidana jo pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf e UU RI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman penjara paling sedikit 5 tahun, paling banyak 15 tahun penjara,” pungkasnya. (DAK/WP002).

(Total dibaca 76 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan