Rencana Pembangunan Alun-alun Cisaga dan Cimaragas Terus Disosialisasikan

0 122

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Bertempat di Aula Kantor Dinas PUPR kabupaten Ciamis, digelar sosialisasi pembangunan taman Alun-alun Cisaga dan Cimaragas, Selasa (22/07/2019).

Kegiatan dihadiri berbagai unsur terkait baik Kepala Dinas PUPR, camat, kepala desa dan para tokoh masyarakat di dua desa tersebut.

Kepala Dinas PUPR H Oman saat pembukaan mengatakan, mencana penataan alun-alun merupakan salah satu program yang sudah lama di canangkan. Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH )yang mudah di nikmati oleh masyarakat menjadi arahan penting dalam pembangunan ruang terbuka hijau guna terwujudnya sebuah kota yang indah dan nyaman.

Untuk terwujudnya ruang terbuka hijau (RTH) berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin ketersediannya RTH setidaknya 30% dari wilayah kota. “Hal ini mendorong pemerintah untuk merencanakan dan mencanangkan ruang ruang yang bepotensi sebagai ruang terbuka hijau.” jelas Oman.

Menanggapi hal itu, camat Cisaga Dede, menyambut baik atas program yang sudah di canangkan oleh pemerintah terkait penataan alun-alun Cisaga.

“Namun pihak kami dalam hal ini masyarakat cisaga meminta kejelasan sekaligus mengusulkan pihak-pihak terkait harus terjun ke lokasi agar tau persis denah luas tanah tersebut yang akan di gunakan.

Adapun untuk penataan kios dan parkir hendaklah di sesuaikan dengan tata lokasi yang ada serta kalau memungkinkan dibikinlah wc umum di sekitar lokasi taman tersebut,” kata Dede.

Kepala Desa Mekarmukti Mumu mengatakan, secara pribadi kami apresiasi program pemerintah tersebut. “Cuma kami masih blunder apakah program in. Pasalnya hingga kini lokasi tersebut merupakan ajang aktivitas masyarakat. Selanjutnya jika lapang alun alun Cisaga jadi di tata,sedangkan lapang yang sering digunakan sebagai sarana dan prasarana aktipitas masyarakat akan bagaimana solusinya?” ungkapnya.

Selain itu, kata Mumu, mengingat lapang tersebut satu satunya aset desa yang di miliki oleh Desa Mekarmukti. Karena itu masyarakat berharap ada penggantinya.

Senada dengan Kepala Desa, Ketua BPD Desa Mekarmukti Ujang supena menyampaikan keberatannya atas aset lapang yang akan di jadikan taman, jika lapang tersebut tidak ada penggantinya, mengingat keberadaan lapang tersebut asas manfaatnya bisa di rasakan oleh seluruh masyarakat.

“Intinya kami tidak menghambat pembangunan taman, cuma tolong aset desa (lapang) harus ada gantinya karna hanya lapang itulah aset desa satu-satunya yang di miliki Desa Mekarmukti.

Kalau pembangunna alun-alun tersebut terealisasi, sudah tentu bukan milik desa Mekarmukti Namun jadi ikon kecamatan cisaga”kata Ujang.

Untuk menata lingkungan terutama terkait penataan ruang terbuka hijau (RTH), lanjutnya, perlu sosialisasi kepada masyarakat luas, sehingga nantinya setiap program yang sudah di canangkan oleh pemerintah dapat berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ada penolakan dari masyarakat terhadap program tersebut. (KUS/WP003)

(Total dibaca 96 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan