Krisna Aji dari Pangandaran, Raih Perak di O2SN Tunet Antar PLB Jabar 2019

0 102

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Sebanyak 18 Pecatur Pelajar Tunanetra utusan Kabupaten kota se Jawa Barat, mengikuti Seleksi O2SN Tunet Antar Pelajar Luar Biasa (PLB) Jabar 2019 di Bandung, Selasa 23 Juli 2019.

Ke 18 pecatur tunanetra tersebut adalah Krisna Aji (Kabupaten Pangandaran), Zidan Kurniawan (Kabupaten Purwakarta),
Ahmad (Kota Banjar), Neng Yuni (Kota Cimahi), Ade Mulyana (Kabupaten Ciamis), Solehudin (Kabupaten Sumedang), Hafiz Aditya R. (Kabupaten Bogor), Ridho Abdul Hafid (Kota Tasikmalaya) dan Rio Adi Perdana (Kabupaten Bekasi).

Kemudian Sobari (Kota Bandung), Ramdhan Alamsyah (Kabupaten Bandung), Ihsan Mulyanudin (Kabupaten Tasikmalaya), Bintang Listrio F (Kabupaten Cianjur), Reza Satriawan (Kabupaten Sukabumi), Ardiansyah Rifai (Kabupaten Garut), Berliani Fauziyyah (Kabupaten Indramayu), Ciko (Kabupaten Sukabumi) dan Rendi (Kabupaten Cirebon)

Dari hasil keseluruhan pertandingan, Krisna Aji (15) dari Kabupaten Pangandaran akhirnya harus puas meraih medali perak setelah pada babak final dikalahkan Ramdhan Alamsyah dari Kabupaten Bandung.

Dengan demikian, bersama peraih medali emas, Krisna Aji yang duduk di bangku Kelas 6 SLB BC Bina Harapan Pangandaran ini, akan mengikuti pemusatan latihan untuk persiapan mewakili Jawa Barat dalam O2SN tingkat nasional di Semarang, Jawa Tengah, Agustus 2019 mendatang.

Eko Wibowo guru pembimbing Krisna Aji mengatakan, sebelumya para atlet catur tunanetra ini telah lolos seleksi di masing-masing kabupaten kota.

“Alhamdulillah anak didik kami bisa meraih medali. Ini adalah medali ke dua kalinya karena pada tahun 2018 lalu, Krisna Aji meraih emas pada event ini,” ungkapnya.

Eko mengatakan dalam persiapannya menghadapi pertandingan tersebut, atlet catur tuna netra ini gencar melakukan latihan bersama pelatih, guru dan teman-temannya.

“Persiapannya sejauh ini sudah latihan bersama Pak Jatnika selaku pelatih serta para guru dan teman-teman di sekolah,” ucapnya.

Latihan catur pun biasanya dilakukan selama 2 sampai 4 jam sehari di sekolah. “Selain itu untuk mematangkan persiapannya kita pun sempat mencari informasi tentang lawan-lawan yang akan ia temui di O2SN Jabar 2019 ini,” pungkasnya. (IM/WP001)

(Total dibaca 90 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan