Kenaikan Harga Cabai Tak Dinikmati Petani di Tasikmalaya

0 366

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Saat ini, harga cabai di pasaran menyentuh angka tertinggi. Namun, keuntungan itu tidak bisa dinikmati para petani di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

ucapan penghargaan

Penyebabnya, sejumlah batang tanaman cabai di daerah itu diserang hama. Hal itu mengakibatkan cabai yang seharusnya masuk masa panen justru busuk dan mengering di pohon.

Di tengah mahalnya harga cabe kini para petani harus mempertahankan tanamannya dari serangan hama dan dampak kemarau seperti tungo, trip dan patek, sehingga pohon tidak bisa berbuah maksimal.

Petani cabe warga Kampung Rangjami Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Dadan mengatakan, biasanya satu pohon bisa dipanen antara delapan hingga lima belas kali panen.

“Namun kini hanya bisa panen empat sampai lima kali, karena pohon tidak berbunga, terganggu oleh penyakit dampak dari cuaca kemarau,” ujarnya.

Menurut Dadan, mahalnya harga cabe tersebut yang menikmati justru para bandar dan pengecer.

“Relatif sih gimana bandarnya. Tidak bisa menjanin meskipun di pasaran harga mahal hingga Rp. 80 ribu sampai Rp. 100 ribu, nanun ditingkat petani tidak ada perubahan. Sudah ditentuka oleh para bandar,” kata Dadan, Minggu (21/07/2019).

Untuk meningkatkan hasil panen cabe, kata Dadan, kini para petani memilih memerahkan cabenya, agar harga jualnya lebih tinggi meskipun ada biaya tambahan. (AAF/WP003)

(Visited 362 times, 1 visits today)

Leave A Reply

Your email address will not be published.