Menabung 11 Tahun, Pasutri Tukang Kebun di Tasikmalaya Akan Naik Haji

0 173

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Menunaikan rukun Islam yang ke-5, merupakan impian umat muslim. Akan tetapi, kita tidak tahun kapan perjalanan suci menjadi tamu Allah SWT itu bisa terwujud.

Untuk menunaikan ibadah haji, tak sedikit mereka harus berjuang keras dalam waktu yang lama untuk mengumpulkan biaya.

Seperti proses yang dilalui pasangan suami istri (Pasutri) Saefudin (56) dan Hani (70) warga Kampung Lengkong Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Impiannya untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun ini akan segera terwujud, setelah menabung selama 11 tahun

Bahkan, kebahagiaan pria paruh baya yang berpofesi sebagai tukang kebun tersebut berlipat ganda, karena keberangkatannya ditemani sang istri tercinta.

Untuk menunaikan Ibadah Haji Mereka harus menyisihkan uang dari hasil pekerjaannya sebagai buruh kebun dengan upah Rp 25 ribu hingga Rp. 40 ribu selama 11 tahun.

Kisah perjuangan Pasutri itu, diapresiasi oleh Kepala dan pegawai Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya.

Pasutri yang tergabung dalam kloter 43 Tasikmalaya yang direncanakan berangkat 19 Juli mendatang diundang ke Kantor Kemenag, Kamis (11/7/2019) siang.

Kepala kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Usep Saefudin menuturkan, saat mendapatkan kabar tentang perjuangan berat pasangan Saefudin dan Hani untuk menunaikan rukun Islam ke lima, ia merasa tersentuh. Pasutri yang berprofesi sebagai buruh kebun itu harus menyisihkan uang demi niatnya ibadah haji.

“Dari situ, kami mengundang pak Saefudin dan Hani untuk datang ke Kantor sebagai tamu undangan khusus. Karena perjuangannya itu, kami merasa sangat tersentuh,” papar Usep seusai menerima Saefudin dan Hani.

Mereka diundang untuk memberikan motivasi kepada seluruh karyawan dan pegawai Kemenag terlebih kepada masyarakat banyak, jika keterbatasan dalam penghasilan bukan menjadi alasan untuk menunaikan ibadah haji.

Selain mengundang, lanjut Usep, pihaknya juga memberikan sedikit bekal berupa uang hasil dari sumbangan pegawai dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tasikmalaya. Bekal itu tidak lain sebagai apresiasi dan kebanggaan kepada pasutri tersebut.

“Meski tidak seberapa, tapi kami merasa bangga dan tersentuh. Bantuan sangat kecil tetapi mudah-mudahan bermanfaat untuk mereka,” pungkas Usep.

Sementara Saefudin mengaku terharu bisa diundang ke Kantor Kemenag. Ia juga berterima kasih kepada Kemenag atas bantuan yang diberikan.

“Gusti hatur nuhun, bingah simkuring mah selaku orang kampung tiasa sumping ka kantor anu megah kieu. Hatur nuhun kanggo bantosan anu tos dipasihkeun, mugia Alloh ngabalas anu sae sareng langkung, ” ujar Saefudin, Kamis (11/06/2019).

Sementara itu, Hani istri Saefudin, hanya bisa meneteskan air mata saat menerima bantuan. Ia tidak kuasa menahan tangis karena merasa bahagia. (AAF/WP03)

(Visited 153 times, 1 visits today)
Jasa Penulisan

Leave A Reply

Your email address will not be published.