Perhutani Ciamis Pamerkan Berbagai Produk KTH dan LMDH Diajang HKP 2019

0 142

wartapriangan.com, BERITA BANJAR. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis, Jawa Barat, pamerkan produk madu, pertanian, dan palawija, hasil kerjasama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH), Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), pada kegiatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 Tahun 2019, Tingkat Kota Banjar.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapang Samping Terminal Tipe A Banjar, Jawa Barat, yang dimulai sejak Selasa – Jum’at Tanggal 9 – 12 Juli 2019.

Pameran yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjar, bekerjasama dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Banjar, ini dihadiri oleh Walikota Banjar, DR., Hj., Ade Uu Sukaesih, S.Ip., M.Si., Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, Setda Kota Banjar, Ade Setiana, Kapolres Banjar, AKBP., Yulian Pendana, S.I.K., Kajari Kota Banjar, Gunadi, Ketua KTNA Kota Banjar, dr. H. Herman Sutrisno, MM., para Kepala OPD, para Camat, para Kades dan Lurah, BUMN, Asosias Usaha, Kelompok Tani dan berbagai organisasi masyarakat yang berkaitan dengan usaha pertanian dan nelayan.

Administratur Perum Perhutani KPH Ciamis, Agus Mashudi, menyampaikan partisipasi Perhutani dalam kegiatan HKP ke-47 Tahun 2019, Tingkat Kota Banjar ini, selain sebagai media promosi produk-produk hasil hutan, juga memberikan informasi pada masyarakat bahwa kinerja Perhutani, tidak lepas dari program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dalam bentuk kerjasama dengan LMDH memanfaatkan kawasan hutan guna meningkatkan Perekonian Masyarakat Desa Hutan.

Agus Mashudi, menjelaskan dengan taglen “Leuweung Hejo, Rakyat Ngejo” Perum Perhutani KHP Ciamis, bisa mengajak warga masyarakat disekitar Desa Hutan, untuk bisa berkontribusi dalam kemandirian ekonomi melalui pengelolaan hutan bersama masyarakat.

“Masyarakat disekitar Desa Hutan bisa memanfaatkan Lahan dibawah tegakan melalui kerjasama kemitraan, untuk menanam kopi, kapolaga, budidaya madu, menanam padi, dan budidaya palawija, sehingga bisa mendapatkan penghasilan,” ujarnya

Untuk itu, kata Agus, diharapkan dapat menjadi momentum apresiasi bagi para petani, agar mereka mampu menjadi petani hutan, yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan penghasilan dalam mewujudkan kemandirian pangan, serta perekonomian yang mapan. (BE/WP03)

(Total dibaca 136 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan