Hadir di Rakerdis GMBI, Bupati Jeje Sebut LSM Adalah Mitra dan Penyeimbang

0 208

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menghadiri Rakerdis I LSM GMBI Distrik Pangandaran, di Hotel Laut Biru, Pantai Barat Pangandaran, Jumat (5/7/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum DPP LSM GMBI Mohammad Fauzan Rahman, Dewan Pembina Khusus DPD LSM GMBI Pangandaran Azizah Talita Dewi, para pengurus Distrik dan tamu undangan lainnya.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, saat memberikan sambutan dalam Rakerdis I LSM GMBI Distrik Pangandaran.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, dalam perspektif pembangunan daerah, keberadaan LSM termasuk GMBI mempunyai fungsi sebagai kontrol sosial serta memiliki peran penting dalam membina kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.

“Seperti disampaikan Ketua Umum GMBI tadi, bahwa mereka akan memberikan masukan yang dekstruktif terhadap pemerintah,” kata Jeje, usai acara.

Menurutnya hal itu baik, karena memang dinamika yang berkembang itu harus dinamis. Namun tentu komunikasi dan koordinasi harus dilakukan dengan baik.

“Kita pernah ada sedikit gesekan dengan LSM ini, namun seiring waktu kita terus komunikasikan dan ternyata kita sama ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Jeje.

Maka menurut jeje, tema pada Rakerdis I LSM GMBI yaitu ‘back to basic’ sangat tepat. Artinya menempatkan LSM pada tupoksinya.

“LSM memang semestinya kritis terhadap pemerintah, tetapi adakalanya LSM bertindak pula sebagai penjelas kebijakan pemerintah. LSM adalah kekuatan penyeimbang,” ungkapnya.

Kekuatan penyeimbang ini kata Jeje, diperlukan agar mekanisme demokrasi dapat bekerja. Selain itu, LSM adalah mitra pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan.

Ditempat yang sama, Dewan Pembina Khusus DPD LSM GMBI Pangandaran Azizah Talita Dewi menyampaikan
melalui Rapat Kerja Distrik Ke I Pangandaran diharapkan bisa mengoptimalkan pelayanan dan program pemberdayaan lembaga berbasis masyarakat.

“Lahirnya GMBI memiliki tujuan dan tekad untuk mewujudkan kesejahteraan bersama masyarakat adil dan makmur,” kata Azizah, Jumat (5/7/2019).

Azizah menambahkan, pada usia ke 17 tahun LSM GMBI memiliki moto back to basic, kembali ke AD ART dan ruh perjuangan membela kaum yang lemah dan kaum bawah.

“Sebagai sosial kontrol anggota LSM GMBI harus memiliki jiwa disiplin, memiliki tanggungjawab dan solusi dari berbagai persoalan,” tambah Azizah.

Sementara, Pendiri LSM GMBI Moch Fauzan Rachman mengatakan, GMBI lahir untuk menegakkan keadilan dan kebenaran berlandaskan nilai kenegaraan.

“LSM GMBI menanamkan jiwa disiplin, patuh dan taat terhadap nilai Pancasila,” kata Fauzan.

Fauzan berpesan, anggota LSM GMBI di mana pun berada harus memiliki prinsip dan jiwa yang loyal terhadap masyarakat bawah agar sama-sama merasakan keadilan. (IM/WP01)

(Total dibaca 172 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan