Puluhan Masa HMI Datangi Kejaksaan Negeri Ciamis

0 90

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Ciamis, Kamis (4/7/2019). Dalam orasinya HMI meminta kepada Kejari Ciamis untuk terbuka terkait kasus-kasus yang saat ini dijalani termasuk kasus Finger Print yang belum terselsaikan.

“Kedatangan kami kesini bukan untuk main-main tapi demi untuk tegaknya kebenaran, kami berharap adanya pengungkapan berbagai kasus di ciamis oleh pihak Kejari yang belum terselsaikan, kemana kerjanya Kejari Ciamis,” ujar  Hernawan dalam orasinya.

Hernawan juga mengatakan,” Sampai sa’at ini masalah Finger Print juga belum mampu di selesaikan, padahal sesuai dengan UU No. 16 Tahun 2004 tentang peran dan wewenang Kejaksaan dan itu dijelaskan dalam Website Kejaksaan Agung bahwa Kejaksaan Negeri memiliki fungsi pelaksanaan penegakan hukum baik preventif maupun yang berintikan keadilan di bidang pidana.”

” Ada tiga hal yang jadi tuntutan kami, antara lain, Kejari harus menjalankan tugas dan perannya sebagai salah satu lembaga penegak hukum yang sesuai dengan UU No. 16 tahun 2004,  kami juga mendorong Kejari Ciamis untuk secepatnya mengungkap dan menyelsaikan kasus kasus atau perkara yang sedang ditangani, dan kami juga menuntut Kejari Ciamis agar terbuka terhadap perkara yang ditangani sesuai dengan UU KIP, dalam jangka waktu 14 hari setelah aksi ini berlangsung,” ungkap hernawan

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis, Sri Resfatini, SH menjelaskan,” Untuk sa’at ini Kejari Ciamis sedang menjalani 2 kasus perkara, yang pertama Kasus KPUD Pangandaran dan kedua kasus Finger Print.”

“Memang ada dua kasus yang sedang ditangani oleh Kejari Ciamis, hingga kini masih berjalan. Pihak Kita disini sudah bekerja sesuai dengan SOP, jadi kami disini bekerja sudah sesuai aturan,” jelasnya.

Selain itu kata Sri,” kalaupun ada kasus yang sudah selesai di tangani maka Kejari akan langsung mempublikasikan kepada masyarakat, namun saat ini masih sedang di proses karena ada mekanisme dan tahapan aturanya.”

“Pasti kita akan publikasikan melalui media massa kalau memang ada kasus yang sudah selesai pemeriksaannya, namun saat ini masih tahapan proses, jadi mohon pengertiannya saja,” tandasnya.(KUS/WP03).

(Total dibaca 77 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan