Wakil Walikota Banjar, Resmi Membuka Lokakarya Program Kotaku

0 50

wartapriangan.com, BERITA BANJAR. Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, secara resmi membuka kegiatan Lokakarya Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Banjar, Tahun 2019, Rabu (03/07/2019), bertempat di Aula Toserba Padjajaran Kota Banjar, Jawa Barat.

Kegiatan Lokakarya Kali ini, mengambil tema “Dengan Kolaborasi Kita Wujudkan Permukiman Layak Huni Tahun 2019″.

Wakil Walikota Banjar, mengatakan, tujuan diselenggarakannya Lokakarya tersebut, untuk memberi pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat, terkait dengan pembangunan wilayah, melalui pembangunan kota yang bersih dan sehat, serta menjadi perilaku kehidupan sehari-hari.

Program Kotaku, lajut Nana Suryana, merupakan salah satu program Pemerintah Pusat yang diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015, Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019.

Program yang diresmikan di Jakarta, pada 27 April 2016 yang lalu, dihadiri para Gubenur, Bupati dan Walikota se-Indonesia, yang memiliki target, seratus persen akses air minum, nol persen kawasan permukiman kumuh dan seratus persen akses sanitasi layak atau lazim, yang disebut 100-0-100 (seratus nol seratus).

Untuk mengentaskan kawasan permukiman kumuh di Perkotaan, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, ditetapkan sasaran penyelenggaraan permukiman di Perkotaan, yaitu mewujudkan Kota tanpa permukiman kumuh.

“Untuk diwilayah Kota Banjar, penanganan kawasan dimaksud hanya seluas sekitar 187 ha kekumuhan,” ujarnya

Lajut Nana Suryana, untuk mengatasi terjadinya pemungkiman kumuh, ada beberapa upaya yang harus dilakukan di daerah ini, dan perlu dibentuknya Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (POKJA-PKP), diantaranya: pertama, mengoordinasikan perangkat daerah yang terkait dengan 7+1 indikator kumuh, kedua, menyusun dokumen perencanaan, yang diberi nama Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP), yang di fasilitasi konsultan manajemen teknik.

Selanjutnya, ketiga, menyusun peraturan daerah, tentang pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan, dengan merumuskan strategi, serta menempatkan camat dan lurah sebagai nakhoda program kota tanpa kumuh, keempat, kelompok kerja PKP merumuskan membangun keterpaduan atau kolaborasi dalam penanganan kawasan kumuh, dengan berbagai perangkat daerah, kelima, memfasilitasi penyusunan baseline 100-0-100, dan keenam membuat perencanaan road map agar sampai Tahun 2019, Kota Banjar, bisa menuju nol persen wilayah kumuh.

Nana Suryana, berharap dan meminta kepada para peserta Lokakarya ini untuk serius, karena dengan kegiatan lokakarya ini sesuatu yang sangat berharga dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman, demi kemajuan pembangunan, khususnya diwilayah Kota Banjar, kedepan. (BE/WP03).

(Visited 44 times, 1 visits today)
Jasa Penulisan

Leave A Reply

Your email address will not be published.