Sejumlah Pemilik Tanah Terdampak Pembangunan Bendungan Leuwikeris, Tuntut Kepastian Uang Pengganti

0 335

wartapriangan.com, BERITA BANJAR. Sejumlah warga, yang berasal dari wilayah Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali mendatangi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (03/07/2019).

Maksud kedatangan mereka untuk menagih kepastian pencairan dana ganti rugi tanah miliknya, yang terdampak pembangunan Bendungan Leuwikeris.

Salah seorang warga terdampak, Iis (45), mengungkapkan bahwa maksud dan tujuan datang ke kantor BBWS Citanduy, Kota Banjar ini, ingin mempertanyakan dan mengetahui sejauh mana dan kapan kepastian pencairan ganti rugi tanah yang terdampak oleh proyek Bendungan Leuwikeris.

Mereka diterima di ruang rapat Satuan Kerja Bendungan Leuwikeris dan mendapatkan pengawalan ketat dari jajaran Kepolisian Polres Banjar, Polda Jabar.

“Tidak banyak yang datang kesini, hanya beberapa orang perwakilan saja dan kebanyakan ibu-ibu,” ungkapnya, usai melakukan pertemuan dengan pihak PPK Proyek Bendungan Leuwikeris.

Lajut Iis, sebagai salah satu warga, yang tanahnya terdampak oleh Bangunan Proyek Bendungan Leuwikeris, dirinya hanya ingin memperjuangkan hak sebagai pemilik tanah.

Pasalnya warga lainnya sudah mendapat penggantian, sedangkan untuk tanah milik mereka, dana konvensasinya belum cair.

“Kalau tanah milik Saya luasnya cuma satu hektar, tidak banyak. Kalau nominal ganti rugi, katanya dibawah Rp 100 ribu/meter. tapi itu belum pasti,” ungkapnya.

PPK Pengadaan Tanah Proyek Bendungan Leuwikeris, Aditya, menjelaskan saat ini Proyek Pembangunan Bendungan Leuwikeris, masuk kedalam tahap dua, yaitu Pembebasan Tanah milik warga, diwilayah Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya seluas 240 Hektar, yang akan digenangi air.

“Tahapan ini juga kita masih dalam konsultasi dengan konsultan. Proses juga cukup lama tentunya,” imbuhnya.

Lanjut Aditya, jika dalam proses ini berjalan lancar dan tidak ada kendala dalam pemberkasan dokumen, mudah-mudahan pencairan bisa dilakukan bulan September tahun ini.

Sedangkan untuk masalah harga tanah sangat bervariatif. Apa yang disampaikan oleh warga kata Aditya, adalah harga terendah.

“Kita juga masih menunggu masalah harga, karena harganya kita belum tahu. Itu hanya perkiraan, masih menunggu penghitungan yang dilakukan oleh konsultan,” tandasnya (BE/WP/003)

(Total dibaca 284 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan