Kemarau, Pendapatan Penambang Pasir Tradisional Di Banjar Menurun

0 42

wartapriangan.com, BERITA BANJAR. Kondisi sumberdaya pasir yang melimpah ruah di sepanjang sungai Cijolang Kota Banjar, menjadi pusat perhatian. Tak heran sebagian dari warga menjadikan tambang pasir sebagai mata pencaharian utama mereka, tapi sekarang ini di musim kemarau penghasilan mereka menurun.

Musim kemarau menyebabkan jumlah pasir yang bisa ditambang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cijolang, tepatnya di wilayah perbatasan Jawa Barat, dengan Jawa Tengah menyusut.

Namun, para penambang tradisional merasa lebih aman saat mengais rezeki, karena aliran air Sungai Cijolang, cenderung turun.

Seperti yang dirasakan Kusmiyadi, warga di Dusun Cibentang, RT 23, RW 09, Desa Mekarharja, Kota Banjar, Jawa Barat, itu yang sehari-hari menggantungkan nasib dari hasil menambang pasir. Dia mengakui, hasil yang didapat menyusut jika dibandingkan saat musim penghujan.

”Kemarau itu justru malah dapat sedikit pasir yang diperoleh. Bahkan jika ingin mendapatkan pasir para penambang pasir harus mengayuh perahu hingga 3 KM, dari pangkalan tempat menurunkan pasir,” Ujarnya.

Dalam sehari, saat musim kemarau seperti sekarang ini, Kusmiyadi, bersama teman-temannya hanya bisa mengumpulkan pasir sebanyak enam kubik pasir. Itu jika dia berangkat pukul 05.00 WIB pagi dan naik sekitar pukul 15.00 WIB sore.

”Kalau musim hujan bisa dapat 10 hingga 12 kubik pasir,” Katanya.

”Beda saat musim hujan aliran airnya kan besar jadi banyak pasir yang terbawa arus sungai, tentunya penghasilan kita bertambah,” Ungkapnya.

Lajut Kusmiyadi,” Untuk harga pasir sendiri kini dipatok dengan harga Rp. 50.000,-/. Pesanan pasir sendiri kini lebih banyak datang dari wilayah Jawa Tengah, seperti Wanareja, Sidareja, Cipari, Gandrung, Majenang, Cimanggu, Karangpucung.”

Kusmiyadi, juga merasa lebih tenang saat mencari pasir di musim kemarau. Karena arus Sungai Cijolang, tidak sekuat di saat musim hujan.

”Sekarang tidak was-was kalau hujan ya khawatir. Kalau atas (daerah bagian atas) sudah mendung, tidak berani untuk mengambil pasir di Sungai,”Tandasnya. (BE/WP03).

(Total dibaca 36 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan