Dugaan Korupsi Bankeu, Seorang Kades di Tasikmalaya Ditahan Kejari

0 542

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat menahan UDA, Kepala Desa Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (25/06/2019).

Penahanan UDA Diduga terkait kasus tindak pidana korupsi bantuan keuangan (bankeu) desa tahun 2017. Dirinya langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kantor Kejari, kemudian dititipkan ke Lapas Tasikmalaya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Sri Tatmala Wahanani, SH, mengatakan, UDA merupakan Kepala Desa Sukahening Periode 2013-2019. Ia adalah salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi di Desa Sukahening yang karena perbuatannya telah merugikan negara ratusan juta rupiah.

“Hari ini kita kirim UDA ke Lapas Tasikmalaya sebagai tahanan titipan kejaksaan,” kata Sri Tatmala, Selasa (25/6/2019).

Lebih Lanjut Sri menuturkan, Desa Sukahening merupakan salah satu desa yang mendapat bankeu sebesar Rp 2.140.000.000 dari APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017 untuk peningkatan sarana dan prasarana desa yang terbagi dalam 23 titik kegiatan.

Dalam pelaksanaan kegiatan itu, jelasnya, UDA tidak mempedomani petunjuk pelaksanaan bankeu infrastruktur pedesaan sarana dan prasarana desa tahun 2017, yang diterbitkan DPMDPAKB Kabupaten Tasikmalaya serta Peraturan Bupati nomor 11 tahun 2015 tentang tatacara pengadaan barang dan jasa.

Selain itu, ujarnya, UDA ini juga telah mengangkat FAG yang notabene bukan warga Kabupaten Tasikmalaya, sebagai anggota pelaksana teknis di Tim Pengelola Kegiatan (TPK) melalui SK Kepala Desa yang dikeluarkan UDA. Padahal dalam aturannya TPK ini harus bagian dari warga desa dimana kegiatan dilaksanakan.

“FAG yang kini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, diberi tugas oleh UDA mengelola kegiatan pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) Lapang Jati Kampung Kujangsari Desa Sukahening,” jelas Sri.

Atas Perbuatan kedua tersangka, ungkap Sri, negara telah dirugikan sebesar Rp 878.747.654. Angka kerugian tersebut muncul dari pajak kurang bayar sebesar Rp 116.820.000, potongan bankeu 30 persen atau Rp. 209.500.000 dan pekerjaan fisik TPT yang tidak sesuai standarisasi mutu sebesar Rp 472.472.654.

Sri menyebutkan, dari hasil korupsi yang dilakukan UDA ini, diduga mengalir ke salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya melalui tangan FAG.

“Saat ini kita masih melakukan penyidikan terhadap tersangka FAG dan kita dalami sejauh mana keterkaitan antara kedua terangka dengan Anggota DPRD tersebut. Mudah-mudahan pekan depan pendalaman kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi ini sudah tuntas,” pungkas Sri. (AAF/WP03)

(Visited 401 times, 1 visits today)
Jasa Penulisan

Leave A Reply

Your email address will not be published.