Sekolah Alam Hadir di Tasikmalaya, Simak Keunggulannya!

0 157

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kegiatan belajar mengajar lazimnya dilakukan di dalam gedung. Maka tidak sedikit sekolah berlomba-lomba membangun gedung mewah dan melengkapi fasilitasnya.

Namun lain halnya dengan sekolah Bukit Bintang, kegiatan belajar mengajar dilakukan di tengah hutan perkebunan seluas tiga hektar. Ruangan kelasnya pun berupa saung dan berdinding bilik bambu.

Kepala Sekolah Alam Bukit Bintang, Euis Nurul Wulan mengatakan, sekolah ini sudah ada sejak tahun 2010 yang lalu dan telah mencetak puluhan siswa yang bisa bersekolah kembali disekolah umum. Mayoritas siswanya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK).

“Sekolah alam tersebut merupakan sekolah yang melakukan pengindukan baik SD maupun SMP, sehingga jika lulus yang dipakainya adalah ijasah sekolah induk. Namun jika akan meneruskan ke jenjang berikutnya, menggunakan rujukan pengantar dari sekolah ini,” ungkapnya.

Euis menyampaikan, tujuannya agar anak -anak lebih kenal dengan Alam. Selain itu, untuk lebih mengenal karakter anak karena di sekolah ini anak-anak lebih terarahkan.

“Muridnya pun tidak banyak. Hanya 30 orang, yang kelasnya dibagi sesuai kemampuan siswanya meski usianya berbeda. Sementara kurikulum yang digunakan kurikulum khusus, yang memadukan antara belajar dan alam,” jelas Euis.

Salah seorang guru, Ima Siti Nurmaesuroh menuturkan, dalam mengajarpun satu kelas paling banyak enam orang, sehingga muridnya bisa lebih diperhatikan,

Dengan menggunakan metode pembelajaran di alam terbuka, kata Ima, bisa membangun karakter lebih mencintai alam, dari mulai belajar berhitung mengunakan daun kering hingga bermain di rumput hijau.

“Belajar di alam ini ada teori-teori khusus dan para siswa lebih dekat dengan alam. Dengan memberikan pelajaran langsung, contohnya seperti belajar menghitung dengan mengunakan daun,” paparnya.

Para lulusan sekolah alam, kata Ima, ditargetkan bisa diterima di sekolah umum lainya, seperti di SMP dan SMA.

“Diharapkan mereka tidak lagi dibuli oleh teman-temannya dan bisa menyesuaikan dengan lingkungan,” pungkasnya. (AAF/WP03)

(Total dibaca 139 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan