Dampak Kemarau, Harga Beras di Tasikmalaya Merangkak Naik

0 231

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Musim Kemarau yang sudah berlangsung tiga bulan lebih di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, dampaknya sudah muali dirasakan oleh para petani. Selain lahan sawah yang mulai kekeringan juga berdampak pada harga beras yang mulai  merangkak naik.

Seperti yang terjadi dilahan pesawahan di Kampung Cicantel, Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Lahan sawah yang sudah ditanam dan berumur satu bulan kini mengering serta tanahnya retak retak

Bahkan sebagian sawah tidak bisa ditanami akibat tidak bisa diolah karena sumber air  dari sarana  pengairan tidak lagi berfungsi.

Sementara itu harga beras dibeberapa penjual kini mulai mengalami kenaikan. Saat ini harga beras mengalami kenaikan antara Rp. 100 hingga Rp. 200 perkilogramnya. Seperti harga beras IR yang awalnya Rp. 9000 kini menjadi Rp. 9200 per kilogaramnya.

Salah seorang penjual beras Dede Sudrajat (44) mengatakan,kenaikan beras sudah terjadi sejak dua pekan yang lalu.

“Akibat pasokan dari beberapa wilayah kini mulai berkurang, seperti dari wilayah Tamansari, Mangkubumi, Kawalu dan singaparna. Kita mulai sulit mendapatkan gabah karena sebagian petani gagal panen akibat lahan sawahnya kekeringan,” ujar Dede, Kamis(20/06/2019).

Berkurangnya pasokan, tambah Dede, tentu saja mempengaruhi harga jual, karena untuk menyediakan stok beras terpaksa harus kendatangkan dari luar wilayah Tasikmalaya.

Dede juga mengatakan, jika musim kemarau berlanjut, kemungkinan harga beras akan naik terus. (AAF/WP03)

Sehingga para penjual beras untuk memenuhi kebutuhan harus mendatangkan dari wikayah lain tentunya dengan harga yang naik karena adanya biaya pengiriman.

(Total dibaca 210 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan