Pembuatan ‘Jenang’ di Ciamis, Simbol Gotong Royong Antar Warga

0 55

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Membuat makanan khas Jawa (Jenang), sudah menjadi tradisi bagi warga masyarakat diwilayah Dusun Ciparakan, RT 09, RW 04, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat hendak melaksanakan syukuran (hajatan) baik itu pernikahan, maupun hitanan.

Memasak makanan Jenang ini, biasanya warga masyarakat membutuhkan waktu sekitar 12 jam. Saat mengaduk Jenang dengan kayu, warga melakukannya dengan bergantian. Proses mengaduk Jenang dilakukan bersama-sama karena memerlukan tenaga yang cukup besar.

“Karena Jenang ini prosesnya harus diaduk terus, kalau ditinggal nanti bisa gosong, sehingga warga bergantian mengaduknya,” ungkap salah seorang tokoh lingkungan setempat, H. Nasihin, Jum’at (14/06/2019).

Jenang biasanya dibuat dalam satu wadah penggorengan dengan ukuran diameter 1,5 meter. Jenang dimasak dalam tungku terbuat dari gedebok pisang, dengan bahan bakar kayu.

“Tungku ini dibuat dengan kuat. Untuk membuat tungku warga mencari bahan-bahan agar saat memasak Jenang dengan jumlah banyak aman, dan bisa menyanggga,” jelasnya

Jenang ini dibuat sebanyak kenceng. Untuk masing-masing kenceng ini membuat kurang lebih sebanyak 20 hingga 40 kilogram.

“Bahannya itu tepung ketan, santan, gula merah dan bahan lainnya kurang lebih seberat 50 kilogram,” katanya

Dengan adanya warga masyarakat yang membuat Jenang ini, kerukunan antar warga masyarakat dirasa lebih terasa. Gotong royong, dan keakraban, serta tali silaturahmi antar warga masyarakat terjalin dengan erat. (BE/WP03)

(Total dibaca 52 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan