Puluhan Mahasiswa Mengadu ke DPRD Pangandaran, Ini Masalahnya!

0 768

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Langkaplancar (IKMAL) menuntut keadilan untuk daerahnya yang dianggap masih termarjinalkan dari segi infrastruktur.

Untuk menyalurkan aspirasinya, mereka melakukan audiensi dengan stakeholder terkait, seperti dari Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran dan PLN Rayon Pangandaran di kantor DPRD Kabupaten Pangandaran, Selasa (11/6/2019).

Namun disayangkan, justru dalam pertemuan tersebut tidak satupun anggota dewan yang hadir selaku tuan rumah.

Imam Farid selaku koordinator mahasiswa menyampaikan beberapa permasalahan yang dianggap mendesak untuk kepentingan masyarakat di Langkaplancar.

Pertama, kata Imam, soal listrik yang sering mati mendadak dan sangat merugikan bagi masyarakat secara langsung selaku konsumen yang memiliki hak sama dengan masyarakat yang lain di wilayah Kabupaten Pangandaran.

“Aliran listrik yang sering mati mendadak, secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap alat-alat elektronik masyarakat seperti tv, komputer, dan alat-alat yang lain,” ungkapnya.

Namun sayang, kata Imam, ternyata pihak PLN Pangandaran tidak mampu berbuat banyak. Bahkan diminta komitmen untuk menandatangi fakta integritas pun mereka tidak mau.

Imam juga menyampaikan terkait PJU di Langkaplancar sangat langka. Padahal menuntutnya, kalau menimbang aspek objektif, kecamatan Langkaplancar adalah wilayah yang paling memerlukan penerangan.

“Kita sedih ketika beberapa waktu lalu ada kecelakaan di Desa pangkalan yang disebabkan kurangnya penerangan,” ujar Imam.

Namun tambah Imam, lagi-lagi pihak Dishub pun tidak berani menandatangi MoU dari IKMAL dan melempar masalah ini kepada DPRD komisi 3 yang justru tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

“Mungkin gara-gara bukan kadisnya langsung yang datang sehingga mereka hanya menyampaikan alasan-alasan yang tidak terlalu strategis,” ujarnya.

Imam juga mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut dipertanyakan soal pelindungan hutan yang ada di Langkaplancar. Pasalnya sering terjadi perusakan bahkan pencurian kayu namun seolah-olah dibiarkan begitu saja.

“Namun masalah ini pun tidak melahirkan solusi karena tidak ada satu pun anggota DPRD di ruang DPRD ketika audiensi,” tegasnya.

Imam berharap, Bupati Pangandaran segera merespon hal ini, karena mendesak untuk masyarakat Langkaplancar.

“Pembangunan jangan hanya di wilayah pantai yang diprioritaskan, lampu PJU disana berjejer bak lampu taman.

Lihat saja jarak antar lampu cuma 1 meter, seperti di depan Mesjid Agung Parigi. Kami juga masyarakat Kabupaten Pangandaran,” tandas Imam. (IM/WP01)

(Total dibaca 503 kali. Dibaca hari ini 1 kali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan