Komoditas Pendongkrak Inflasi Di Bulan Ramadhan

0 99

wartapriangan.com, OPINI. Fenomena inflasi jelang dan saat ramadhan adalah pola tahunan yang sulit terhindarkan. Walau tanpa ada tekanan biaya produksi harga-harga selalu terjadi kenaikan. Hal ini terjadi sebagai “dampak psikologis” mencari untung lebih di moment lebaran. Tanpa intervensi pun harga-harga akan kembali nomal pasca lebaran dengan sendirinya. Normal seiring turunnya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa.

Inflasi merupakan salah satu peristiwa moneter yang sangat penting dan dijumpai dihampir semua Negara di Dunia. Inflasi adalah kecenderuang naiknya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada atau mengakibatkan kenaikan sebagian besar dari barang-barang lain. (Boediono. 1995)

Kenaikan harga kebutuhan hidup tersebut dari waktu ke waktu itulah yang dikenal sebagai inflasi. Salah satu penyebab utama inflasi adalah permintaan barang dan jasa yang melonjak. Inilah yang terjadi pada saat ini (momen Ramadhan). Sebagian besar masyarakat belanja secara bersamaan dan cenderung berlebihan. Bisa kita perhatikan di pasar dan pusat pusat perbelanjaan semakin sesak dengan pembeli.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Bulan April 2019 terjadi inflasi sebesar 0,44 % dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,47. Dari 82 Kota IHK, 77 Kota mengalami inflasi dan 5 Kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 1,30 % dengan IHK sebesar 140,66 dan terendah terjadi di Pare-Pare sebesar 0,03 % dengan IHK sebesar 129,45. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,27 % dengan IHK sebesar 131,74 dan terendah terjadi di Maumere sebesar 0,04 % dengan IHK sebesar 126,03.

Hasil rilis data BPS, di penghujung Bulan Mei (Bulan Ramadhan) ini, terdapat 5 jenis komoditas yang memberikan andil dalam inflasi yaitu : Bawang Merah 0,06 %, Bawang Putih 0,04 %, Cabe Merah 0,01 % dan Telur Ayam Ras 0,02 % dan Transportasi Udara (tiket pesawat) 0,03 %. Masyarakat merasakan bahwa harga barang dan jasa kebutuhan pokok pada saat ini lebih mahal dibandingkan dengan harga barang dan jasa pada tahun sebelumnya. Hal ini bisa dilihat dari angka inflasi tahunan (YoY) sebesar 2,83 %.

Komoditas pendongkrak inflasi di bulan Ramadhan umumnya adalah komoditas yang memiliki nilai konsumsi yang tinggi. Kenaikan harga di komoditas ini otomotis akan mendongkrak angka inflasi secara umum. Bagi masyarakat sebagai konsumen, inflasi menjadi beban tersendiri. Mereka harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli suatu barang yang sama dibandingkan sebelumnya.

Dari sisi pelaku usaha, inflasi menggairahkan aktivitas ekonominya. Adanya inflasi iilah ekonomi wilayah bisa semakin tumbuh. Namun dalam batasan inflasi yang terkendali. Oleh sebab itu, masalah inflasi menjadi salah satu yang diperhatikan oleh pemerintah. Pemerintah Daerah telah membentuk Tim Pengedalian Inflasi daerah (TPID). Hal ini bertujuan untuk mengendalikan laju inflasi agar tetap stabil. Target pemerintah pusat, stabilitas inflasi tahunan kisaran 3-4 persen.

Upaya Pemerintah dalam menjaga stabilitas harga adalah dengan menjamin pasokan barang. Stakeholder terkait, selalu berkoordinasi untuk menjaga kecukupan pasokan kebutuhan pokok masyarakat. Kelancaran pasokan barang sangart berpengaruh terhadap stabilitas harga. Salah satu upaya pemerintah adalah operasi pasar. Operasi pasar untuk kebutuhan bahan pokok masyarakat setidaknya bisa meredam naiknya inflasi.

Data inflasi yang disajikan BPS akan menjadi warning bagi pemerintah dalam mengambil langkah pengendalian harga. Tingkat inflasi pada tingkat tertentu akan menggairahkan pelaku ekonomi sehingga aktivitas ekonomi bisa terus berjalan. Pemerintah berperan untuk menjaga tingkat inflasi yang tetap bisa dijangkau oleh daya beli masyarakat secara umum namun tetap memberikan peluang kepada pelaku ekonomi untuk mendapatkan keuntungan yang layak.

(Adhitya Firmansyah B)

Penulis adalah Fungsional Statistik Di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis

(Visited 98 times, 1 visits today)
Jasa Penulisan

Leave A Reply

Your email address will not be published.