H-2 Lebaran, Harga Daging dan Bahan Pokok di Pasar Induk Banjar Merangkak Naik

0 53

wartapriangan.com, BERITA BANJAR. H-2 Lebaran atau dua menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, harga daging ayam, dan daging sapi potong, mulai mengalami kenaikan. Tidak hanya itu, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Induk Kota Banjar, juga mengalami kenaikan.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Induk Kota Banjar, Suradi, Senin (03/06/2019), mengatakan, awalnya harga ayam berkisar Rp. 38.000,- per kilogram. Namun saat ini, H-2 Lebaran, harganya mencapai Rp. 47.000,- per kilogramnya.

“Kalau mendekati Lebaran, harga barang-barang banyak yang naik. Tahun-tahun kemarin juga begitu. Kenaikan dipengaruhi oleh biaya oprasional ongkos angkut, dan mulai terjadinya kelangkaan stok di para paternak ayam,” ujarnya

Untuk harga daging sapi, juga mengalami kenaikan. Kini harga daging sapi di Pasar Induk Kota Banjar, beriksar Rp. 130.000,- per kilogramnya, sedangkan dihari-hari biasa daging sapi dibandrol dengan harga Rp. 110.000,- per kilogramnya.

Di H-2 Hari Raya Idul Fitri 1440 H, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok juga mengalami kenaikan, seperti cabai rawit, tomat, bawang merah, bawang putih, cabe merah, telur, timun, dan bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya.

Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok yang terjadi di Pasar Induk Kota Banjar, pada H-2 Lebaran ini, memang sudah diprediksi oleh sejumlah pedagang di Pasar tersebut.

Salah seorang pedagang sayuran, Sri, mengatakan harga tomat biasa dijual dengan harga Rp. 16.000,- per kg, kini naik menjadi Rp. 18.000,- per kg, timun biasa dijual Rp. 7.000,- per kg, kini dijual Rp. 15.000,- per kg, bawang merah biasa dijual Rp. 28.000,- per kg, kini dijual Rp 32.000,- per kg, cabe rawit biasa dijual Rp. 22.000,- per kg, kini dijual Rp. 35.000,- per kg, bawang putih biasa dijual Rp. 26.000,- per kg, kini dijual Rp. 30.000,- per kg, cabe merah biasa dijual Rp. 40.000,- per kg, kini dijual Rp. 50.000,- per kg, telur biasa dijual Rp. 22.000,- per kg, kini dijual Rp. 25.000,- per kilo.

Sri, menambahkan. kenaikan harga yang terjadi pada bahan kebutuhan pokok tersebut disebabkan oleh pasokan yang berkurang, biaya oprasional angkutan, serta kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran, yang meningkat. (BE/W03)

(Visited 36 times, 1 visits today)
Jasa Penulisan

Leave A Reply

Your email address will not be published.